nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Besok, DKPP Gelar Sidang Etik Terkait Wahyu Setiawan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 21:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 14 337 2152916 besok-dkpp-gelar-sidang-etik-terkait-wahyu-setiawan-QHwRfH6AVr.jpg Wahyu Setiawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Muhammad mengatakan, Wahyu Setiawan tetap menjalani sidang etik, meski sudah mengundurkan diri sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umun (KPU). Wahyu mundur karena ditetapkan sebagai tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Pengunduran diri itu adalah haknya saudara WS secara administrasi kepada presiden. Tetapi, WS sepanjang belum diberhentikan dalam sebuah surat keputusan, itu masih sebagai komisioner sebagai anggota KPU,” kata Muhammad di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: KPK Geledah Apartemen Harun Masiku, Ditemukan Dokumen Penting

Menurutnya, DKPP sudah memutuskan saudara Wahyu telah memenuhi syarat untuk dilakukan pemerikasaan kode etik. Muhammad pun berencana memanggil Wahyu bersama pihak terkait untuk menjadi sidang etik, besok, Rabu 15 Januari 2020.

“Kami sudah putuskan serta sudah memanggil pihak-pihak terkait, insya Allah besok pukul 14.00 WIB akan kita lakukan pemeriksaan etik kepada saudara WS,” ujarnya.

Terjaring OTT, KPK Tahan Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Untuk menghadirkan Wahyu di pemeriksaan etik, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan KPK. Namun, hingga sekarang masih menunggu konfirmasi dari Ketua KPK Firli Bahuri.

“Sudah, kita sudah menyampaikan kepada KPK. Sampai dengan beberapa menit lalu, saya mendapat laporan dari sekretaris DKPP, bahwa pak ketua KPK itu akan memberikan konfirmasi, apakah kemudian DKPP diperkenankan untuk membawa teradu ke DKPP atau seperti apa teknisnya," ujarnya.

Dijelaskan Muhammad, mengapa pemeriksaan etik wajib menghadirkan Wahyu, karena mengacu kepada peraturan pihak-pihak yang terkait seperti pengadu, teradu hingga saksi harus dihadirkan.

“Jadi, DKPP bekerja atas peraturan DKPP, dengan menghadirkan para pihak, salah satunya adalah teradu,” ujarnya. 

Baca Juga: Polri Tunggu Permintaan KPK untuk Buru Harun Masiku

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini