Menanti Titik Terang Dugaan Korupsi Jiwasraya dan Asabri

Angkasa Yudhistira, Okezone · Rabu 15 Januari 2020 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 337 2152912 menanti-titik-terang-dugaan-korupsi-jiwasraya-dan-asabri-PokGD7n6yM.jpg Ilustrasi asuransi. (Foto : Shutterstock)

Sementara, Juru Bicara Menhan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Prabowo tengah mempelajari dugaan korupsi di PT Asabri (Persero). Saat ini Prabowo masih menunggu laporan lengkap dari Menteri BUMN dan juga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait kondisi perusahaan asuransi tersebut.

Dahnil mengatakan, Prabowo memiliki kepentingan untuk memastikan karena dana yang diduga telah dikorupsi itu berkaitan dengan PNS di Kemenhan.

Perkembangan terbaru, Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penahanan terhadap Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro. Proses hukum itu dilakukan diduga terkait dengan penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT Asuransi Jiwasraya.

Penetapan status tersangka tersebut diakui Muchtar Arifin, kuasa hukum Komisaris PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro. "Sekarang sudah tersangka. Tentu kami menginginkan agar hak-hak beliau bisa dipenuhi," kata Muchtar di Kantor Kejaksaan Agung.

ilustrasi (Dok Okezone)

Namun, pihaknya merasa heran dengan proses penahanan. Bahkan, dia mengatakan penetapan tersangka kepada kliennya kurang masuk akal.

"Bagi saya itu aneh. Tidak mengerti apa alat buktinya. Tidak ada penjelasan dari penyidik. Tentu saja kecewa," tutur Muchtar.

Terkait dugaan korupsi di Asabri, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan bakal berkomunikasi dan melakukan kerjasama dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), terkait temuan tersebut.

Sejauh ini dirinya sudah melakukan komunikasi dengan para pimpinan BPK ihwal tindak lanjut daripada kasus yang diduga merugikan negara mencapai Rp10,8 triliun tersebut. “Saya sudah berhubungan dengan pimpinan BPK, untuk tindak lanjut daripada Asabri itu,” katanya.

Pengungkapan dua kasus besar tersebut tentu saja masih panjang, hasil koordinasi antara Mahfud MD, Erick Thohir, dan Sri Mulyani tentu saja dinantikan. Harapan pun digantungkan pada ketajaman penindakan hukum dari KPK dan Kejaksaan Agung.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini