nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Tunggu Permintaan KPK untuk Buru Harun Masiku

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 17:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 14 337 2152829 polri-tunggu-permintaan-kpk-untuk-buru-harun-masiku-9bshlKYGxl.jpg Karo Pemnas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Argo Yuwono (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan pihaknya siap untuk membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memburu Harun Masiku, tersangka penyuap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan.

Namun begitu, Argo menjelaskan sampai saat ini pihaknya masih menunggu permohonan lembaga antirasuah, terkait dengan permintaan untuk memasukan Harun sebagai buronan atau Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Tentunya kami masih menunggu permintaan KPK. Apa yang bersangkutan sudah ditetapkan tersangka, apakah yang bersangkutan sudah ditetapkan DPO," kata Argo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Argo

Baca Juga: Komisi II Akan RDP dengan KPU, Bahas Penangkapan Wahyu Setiawan

Menurut Argo, apabila memang Harun berada di luar negeri, nantinya jajaran Divisi Hubungan Internasional (Div Hubinter) Polri yang akan dikerahkan untuk membantu KPK.

"Dan tentu Div Hubinter misal yang bersangkutan ada di luar negeri. Kami akan melihat, tapi pada prinsipnya polisi akan maksimal membantu sesuai aturan," ujar Argo.

Oleh sebab itu, Argo menekankan, pihaknya tetap menunggu sikap resmi dari KPK terkait dengan pengejaran politikus PDIP Harun Masiku.

"Ada permintaan dari KPK, yang bersangkutan sudah tersangka seperti apa nanti dan yang bersangkutan ada dimana, kami maksimal membantu," tutur Argo.

KPK menyatakan akan berkoordinasi dengan Polri, guna meminta bantuan National Central Bureau (NCB) Interpol membawa pulang Harun Masiku, tersangka suap pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI.

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mencatat, Harun Masiku sudah berada di Singapura sejak Senin 6 Januari 2020, atau dua hari sebelum KPK meringkus Wahyu Setiawan bersama tersangka lainnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini