nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Akan Gandeng BPK Terkait Dugaan Korupsi di Asabri

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 14 Januari 2020 17:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 14 337 2152813 kpk-akan-gandeng-bpk-terkait-dugaan-korupsi-di-asabri-sp2QbCuTM3.jpg Ketua KPK, Firli Bahuri (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri turut berkomentar mengenai adanya dugaan korupsi di PT. Asabri (Persero).

Firli menyatakan, pihaknya bakal berkomunikasi dan melakukan kerjasama dengan Badan Pemeriksan Keuangan (BPK), terkait temuan dugaan korupsi tersebut.

“Terkait dengan temuan ataupun informasi terkait dengan Asabri, kami harus bekerja sama dengan BPK. Kita harus dengarkan dulu bagaimana temuan dari BPK,” ungkap Firli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

 Baca juga: Menhan Prabowo Pelajari Dugaan Korupsi Asabri

Menurut Firli, sejauh ini dirinya sudah melakukan komunikasi dengan para pimpinan BPK ihwal tindaklanjut daripada kasus yang diduga merugikan negara mencapai Rp 10,8 triliun tersebut.

“Saya sudah berhubungan dengan pimpinan BPK, untuk tindak lanjut daripada Asabri itu,” katanya.

 Baca juga: Dugaan Korupsi Asabri, Mahfud MD: Saya Dengar Tak Kalah Fantastis dengan Jiwasraya

Lebih lanjut, Firli berkata, pihaknya tak bisa langsung melakukan suatu tindakan penyelidikan, jika tidak terlebih dahulu melakukan konfirmasi yang jelas.

“Tentu kita tak bisa melakukan suatu tindakan penyelidikan, penyidikan apabila tidak ada konfirmasi yang jelas dan tentu ini akan kita bahas dengan BPK,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, dugaan korupsi di Asabri mencuat ke publik setelah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Ia menyebut, nilai korupsi itu tidak kalah besar dengan kasus dugaan korupsi di perusahaan asurani milik negara lainnya, PT Jiwasraya (Persero), yakni mencapai Rp10 triliun.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya, di atas Rp10 triliun," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat 10 Januari 2020 lalu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini