KPU Dicecar soal OTT Wahyu Setiawan saat RDP dengan Komisi II DPR

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 14 Januari 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 337 2152802 kpu-dicecar-soal-ott-wahyu-setiawan-saat-rdp-dengan-komisi-ii-dpr-AAgYjgZFLv.jpg RDP KPU dengan Komisi II DPR (foto: Okezone.com/Harits)

JAKARTA - Komisi II DPR RI menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP). Dalam rapat tersebut turut menyinggung permasalahan Operasi Tangkap Tangan (OTT), yang menyeret mantan Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Mulanya saat rapat berlangsung, Anggota Komisi II DRP RI Fraksi PDIP Johan Budi turut menyoroti ekspresi para komisioner KPU, yaitu Ketua KPU Arief Budiman bersama ketiga komisioner KPU lainnya, yaitu Ilham Saputra, Pramono Ubaid Tantowi, dan Evi Novida, yang terlihat menunduk saat mengikuti rapat.

"Sebenarnya saya bersemangat bertanya kepada KPU, Bawaslu dan DKPP, tetapi Pak Arief wajahnya lemas, Pak Ilham, Ibu Evi juga menunduk terus dari tadi. Tetap semangat Pak. Jadi, kejadian kemarin apakah itu musibah atau bencana, cobaan atau hukuman, tidak penting lagi," ujar Johan di ruang rapat komisi II DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (14/1/2020).

 Baca juga: Dirjen Imigrasi Bakal Bantu KPK Pulangkan Harun Masiku ke Indonesia

Tak sampai disitu, Johan juga menyoroti tagline KPU mengenai Pemilu berintegritas yang tak ada lagi di slide pemaparan saat rapat tadi, pasca salah satu mantan komisionernya ternyata melanggar hukum.

"Tadi di awal biasanya KPU ada Pemilu berintegritas, kok tadi sudah dihapus. Saya tidak menanyakan soal itu. Kita tunggu saja, apakah satu Komisioner yang kena ataukah komisioner yang lain kena juga," tuturnya.

Mantan Jubir KPK ini menanyakan, kepada empat komisioner KPU yang hadir rapat ini, apakah juga ada terlibat dalam pusaran kasus Wahyu Setiawan.

"Pak Arief, jangan manggut-manggut saja, tegak pak, jangan tunduk. Nanti kita akan ketahuan siapa saja yang bermain, satu komisioner ataukah komisioner yang lain (ikut) mencicipi," bebernya.

 Baca juga: Harun Masiku Menghilang karena OTT Bocor? Ini Kata KPK

Selain itu, menurut Johan modus suap yang melibat Wahyu terkait Pergantian Antar Waktu (PAW) adalah modus baru. Sebelumnya, dia hanya mengetahui soal pengedaan barang dan jasa.

"Ternyata ada modus baru. Baru atau sudah lama, baru ketahuan sekarang, saya juga enggak tahu. Dan ternyata bisa juga dimainkan juga oleh komisioner," beber Johan.

Hingga kini, rapat antara Komisi II DPR dengan KPU, Bawaslu dan DKPP masih terus berlanjut. Dimana para anggota Dewan melontarkan pertanyaan kepada pihak KPU, Bawaslu dan DKPP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini