nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dewas : Omong Kosong Orang Bilang Kami Perlambat Kerja KPK

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 16:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 14 337 2152780 dewas-omong-kosong-orang-bilang-kami-perlambat-kerja-kpk-ZjNcu2ePFa.jpg Dewan Pengawas KPK (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean menegaskan, jajarannya tidak pernah menghambat kerja-kerja penyelidikan dan penyidikan lembaga antirasuah. Jajarannya akan memproses permohonan perizinan KPK dalam waktu 1x24 jam. 

Tumpak meminta publik tidak khawatir atas apa yang dikerjakan Dewas KPK. Jika ada yang mengatakan Dewas memperlambat kerja penyelidikan dan penyidikan KPK, menurutnya, itu hanya omong kosong. Sebab, kinerja Dewas sudah dibuktikan dalam kasus dugaan suap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ndak usah khawatir dek. Omong kosong orang bilang Dewas itu memperlama-lama (kerja KPK). Enggak ada itu. Enggak ada. Contohnya KPU ya kan cuma berapa jam saja sudah jadi," ujar Tumpak usai bertemu petinggi United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Ketua MPR Minta KPK Awasi Pengusutan Dugaan Korupsi di Jiwasraya & Asabri

KPK

Tumpak menegaskan, siap memproses permohonan izin dari KPK terkait proses penyelidikan dan penyidikan. Walau pun, izin tersebut diserahkan KPK ke Dewas pada hari libur.

"Mungkin saja kalau memang itu dipandang perlu. Kalau perlu benar ini digeledah silakan aja ajukan. Kita akan membuat lagi nanti aplikasi melalui IT sehingga bisa memudahkan antarkami dengan penyidik walau pun dia di Papua sana bisa berhubungan dengan kami," ucapnya.

Mekanisme untuk proses perizinan penggeledahan, kata Tumpak, hanya diberikan dalam satu surat. Namun, surat itu bisa mencakup seluruh tempat yang akan digeledah KPK. Kendati, kewenangan keterbukaan Dewas terbatas untuk menginformasikan soal izin untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan KPK.

"Kalau (izin) penggeledahan cukup satu untuk beberapa tempat. Itu pun ndak boleh kau tanya ya. Tahu jugalah batasan pertanyaan itu. Kami terbuka dengan Anda semua, tidak ada yang menutup-nutupi. Cuma ada memang ada hal-hal yang tidak boleh sampaikan karena merusak strategi penindakan," katanya.

Baca Juga: Firli Bahuri Akui KPK Tak Bisa Sendiri Berantas Korupsi

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini