nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dirjen Imigrasi Bakal Bantu KPK Pulangkan Harun Masiku ke Indonesia

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 16:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 14 337 2152775 dirjen-imigrasi-bakal-bantu-kpk-pulangkan-harun-masiku-ke-indonesia-EwxDYzQyBv.jpg Dirjen Imigrasi Kemenkumham, Ronny F. Sompie (foto: Okezone.com/Rizki)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham), telah menerima surat pencekalan ke luar negeri atas nama Harun Masiku dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Padahal Harun sendiri sudah berada di luar negeri sebelum surat pencekalan itu dikeluarkan.

Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Ronny F. Sompie menjelaskan, surat pencekalan yang diberikan oleh KPK terhadap Harun Masiku tetap penting.

 Baca juga: Imigrasi Terima Surat Permohonan Pencekalan Harun Masiku dari KPK

Menurutnya, surat pencekalan itu bisa menjadi salah satu bukti bekerja sama dengan berbagai pihak dalam memulangkan Harun ke Indonesia.

"Karena yang bersangkutan sudah di luar negeri, permintaan pencegahan itu biasanya diberikan ketika seseorang belum keluar negeri, tapi surat permintaan atau surat perintah untuk pencegahan ini bisa berfungsi untuk kita bekerja sama untuk bisa memulangkan, untuk penyelesaiaan penegakkan hukum di Indonesia," kata Ronny di Kantor Kemenkumham, Selasa (15/01/2020).

Adapun bagaimana strategi dan upaya untuk pemulangan itu sendiri, Ronny tidak bisa menjelaskan kepada publik, Ia khawatir hal itu bisa menjadi kendala dalam memproses kasus tersebut. Namun, terkait pemulangan sendiri menurutnya tidak hanya dilakukan imigrasi melainkan juga bersama-sama dengan berbagai lembaga terkait.

 Baca juga: Harun Masiku Menghilang karena OTT Bocor? Ini Kata KPK

"Yang jelas kalau untuk memulangkan yang bersangkutan itu kerja sama lintas instansi, lintas kementerian, lembaga tidak hanya imigrasi. Bisa kepolisian melalui jalur interpol ada red notice yang biaa digunakan juga. Dan itu semua prosesnya itu dikerjasamakan," ungkapnya.

Ronny mengaku, pihaknya memiliki perwakilan di Singapura di mana lokasi Harun Masiku melarikan diri. Dengan begitu bisa memudahkan kerja sama agar proses penegakkan hukum terhadap Harun bisa dilakukan dengan baik.

"Ya bersama, bukan hanya di Singapura karena itu kan kerja sama Internasional kalau khusus Asean itu sudah berjalan dengan baik, ada Aseanapol itu untuk kepolisian, ada DGICM berkaitan dengan imigrasi jadi kita bisa mengkordinasikan bersama kepentingan negara Asean itu biasanya saling mendukung satu sama lain," terangnya.

Harun Masiku sendiri merupakan tersangka penyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Suap itu dilakukan terkait kasus pemulusan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR oleh KPK.

Harun lolos dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 8-9 Januari 2020. Belakangan diketahui Harun sudah pergi ke luar negeri pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum operasi senyap dilakukan.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini