Peristiwa 14 Januari: Bom Sarinah Menewaskan 8 Orang

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 14 Januari 2020 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 14 337 2152569 peristiwa-14-januari-bom-sarinah-menewaskan-8-orang-pSPlLLQ9Pm.jpg Pos polisi di kawasan Sarinah, Jakarta rusak akibat serangan bom bunuh diri, Kamis 14 Januari 2016 (Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA – Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 14 Januari. Sebut saja perang revolusi Amerika Serikat hingga tragedi bom Sarinah, Jakarta Pusat.

Okezone merangkum peristiwa penting dan bersejarah terjadi 14 Januari sebagaimana dikutip dari laman Wikipedia, Senin (14/1/2020)

Perang Revolusi Amerika Serikat

Perang Revolusi Amerika Serikat (1775–1783) berawal dari pertarungan Kerajaan Britania Raya dan Amerika Serikat yang baru berdiri, namun perlahan menjadi perang global antara Inggris di satu sisi dan Amerika Serikat, Prancis, Belanda, dan Spanyol di sisi lainnya. Perang ini dimenangkan oleh Amerika Serikat dengan hasil yang bercampur dengan kekuatan lainnya.

 Bendera AS

Bendera Amerika Serikat (Reuters)

Pada 1783, Traktat Paris mengakhiri perang dan mengakui kedaulatan Amerika Serikat atas teritori yang secara kasar dikelilingi oleh wilayah yang saat ini menjadi Kanada di utara, Florida di selatan, dan Sungai Mississippi di barat. Perdamaian dalam tingkat internasional disetujui yang diikuti serangkaian pertukaran teritori.

Serangan di Hotel Afghanistan

Serangan Hotel Serena Kabul 2008 adalah serangan terhadap gym dan spa di Hotel Serena, Kabul, Afganistan pada Senin 14 Januari 2008. Serangan ini menewaskan enam orang, termasuk jurnalis Dagbladet Carsten Thomassen.

Bom Sarinah

Serangan bom bunuh diri disertai penembakan ini terjadi di sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016. Ledakan terjadi di tempat parkir Menara Cakrawala depan gerai Strarbuck gedung sebelah utara Sarinah dan pos polisi depan gedung tersebut.

 bom Sarinah

Polisi mengamankan lokasi usai ledakan bom di Sarinah (Okezone.com/Heru)

Delapan orang meninggal dunia, empat di antaranya pelaku penyerangan. 24 orang lainnya luka-luka termasuk polisi dalam peristiwa yang dikenal dengan istilah bom Sarinah atau bom Thamrin.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tujuh orang terlibat. Pimpinan ISIS Indonesia Aman Abdurahman kemudian divonis hukuman mati atas serangan tersebut. Aman Abdurahman yang juga pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) –organisasi teroris berafiliasi ke ISIS- merancang serangan bom itu di balik penjara.

Bom pertama meledak di depan gerai Starbucks Sarinah pukul 10.40 WIB. Disusul tiga ledakan berikutnya di pos polisi persimpangan Sarinah. Kemudian dua ledakan lainnya terjadi di dalam gerai Starbucks.

Setelah ledakan tersebut, polisi menyergap beberapa pelaku serangan yang diwarnai baku tembak. Polisi menembak mati tiga pelaku, dan dua lagi ditangkap. Sementara pelaku-pelaku lainnya tewas dalam bom bunuh diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini