nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rekonstruksi Rencana Pembunuhan Hakim Jamaluddin, Istri Korban Curhat Ingin Mati

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 16:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 13 337 2152349 rekonstruksi-rencana-pembunuhan-hakim-jamaluddin-istri-korban-curhat-ingin-mati-uPSa1KzsN8.jpg Zuraida, tersangka pembunuhan terhadap suaminya sendiri, hakim Jamaluddin. (Foto: Okezone.com/Wahyudi Aulia)

MEDAN - Rekonstruksi kasus pembunuhan terencana terhadap hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin dilaksanakan oleh penyidik Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara, Senin (13/1/2020). Rekonstruksi pertama dilaksanakan di sebuah gedung yang dahulunya merupakan kafe Warung Everyday di Jalan Gagak Hitam, Medan Selayang, Kota Medan.

Jamaluddin diduga jadi korban pembunuhan berencana oleh istrinya sendiri, Zuraida Hanum (41). Korban dieksekusi dengan cara dibekap oleh orang suruhan Zuraida, yakni Jefri Pratama menggunakan bantal hingga kehabisan napas. Sedangkan Zuraida bersama tersangka lainnya, Reza menahan tangan dan kaki korban.

Berlokasi di lantai dua bangunan ruko tersebut, tersangka Zuraida Hanum dan Jefri bertemu. Awalnya tidak ada rencana membunuh hakim Jamaluddin, Zuraidah awalnya hanya ingin curhat terkait hubungannya dengan sang suami kepada Jefri.

(Foto: Okezone.com/Wahyudi Aulia)

"Saya mau mati saja. Suami saya terus menerus selingkuh. Bahkan saat hamil dia pernah membawa perempuan ke rumah. Saya sudah pernah mengadukan hal itu ke keluarganya, tapi tidak diperdulikan,"ujar Zuraidah kepada Jefri dalam rekonstruksi tersebut.

Usulan untuk membunuh korban baru muncul setelah Jefri mendengar curhatan Zuraida. "Daripada kamu yang mati lebih baik dia yang kita bunuh," kata Jefri.

Baca juga: 4 Fakta Terbaru Pembunuhan Hakim Jamaluddin yang Diotaki Istrinya

Sebelum mengusulkan rencana membunuh hakim Jamaluddin, Jefri awalnya sempat menyarankan agar Zuraida menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Agama. Namun Zuraidah menolak karena takut malu dengan keluarganya.

Rekonstruksi perencanaan pembunuhan itu kemudian dilanjutkan ke sejumlah tempat. Total ada 15 adegan di empat lokasi yang direkonstruksi terkait perencanaan pembunuhan ini.

Proses rekonstruksi ini sendiri merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk melengkapi berkas perkara tersebut sebelum diserahkan ke Kejaksaan sebagai penuntut umum.

Kejaksaan sendiri sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pembunuhan hakim Jamaluddin. Penyidik dari Kejaksaan juga akan hadir untuk melihat langsung rekonstruksi tersebut.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini