nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejagung Periksa 7 Saksi Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jiwasraya

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 13:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 13 337 2152289 kejagung-periksa-7-saksi-terkait-kasus-dugaan-korupsi-jiwasraya-k7bybWAIj2.jpg Ilustrasi Gedung Kejagung (Foto : Sindo Photo)

JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

Ketujuh orang tersebut adalah Goklas AR Tambunan sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 Bursa Efek Indonesia, Vera Florida sebagai Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia, Irvan Susandy sebagai Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Bursa Efek Indonesia.

Ilustrasi

Lalu, Adi Pratomo Aryanto sebagai Kepala Divisi Perusahaan 1 Bursa Efek Indonesia, Endra Febri Styawan sebagai Kepala Unit Pemeriksaan Transaksi Bursa Efek Indonesia, Lies Lilia Jamin sebagai Mantan Direktur PT.OSO Manajemen Investasi, dan Syahmirwan.

"Tujuh orang saksi dijadwalkan memenuhi panggilan tim Jaksa Penyidik Tipikor pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asuransi Jiwasraya (persero)," kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono, Senin (13/1/2020).

Hari menjelaskan, penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti agar bisa mengungkap tindak pidana yang terjadi dan bisa menentukan tersangkanya.

Baca Juga : KPK Belum Bersurat ke Imigrasi Terkait Pencekalan Harun Masiku

Baca Juga : Kejaksaan Terima SPDP Kasus Kematian Hakim Jamaluddin

"Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan grup-grup tertentu (13 perusahaan) yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Yang diduga akibat adanya transaksi–transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) sampai dengan Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun. Potensi kerugian tersebut timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yakni terkait dengan pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS Saving Plan," tuturnya.

Kasus Jiwasraya diduga merugikan negara Rp13,7 triliun dan sampai kini masih diusut oleh Kejagung. Meski penanganannya sudah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan, tapi belum ada orang ditetapkan jadi tersangka dalam perkara tersebut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini