nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah Kapal China Masuk ke Natuna, Pemerintah Harus Perkuat Diplomasi Bilateral

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 13 Januari 2020 06:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 13 337 2152135 cegah-kapal-china-masuk-ke-natuna-pemerintah-harus-perkuat-diplomasi-bilateral-xFKsiymZqX.jpg Kepulauan Natuna (Kemenpar)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengatakan, pemerintah perlu memperkuat diplomasi bilateral dengan pemerintah China terkait insiden masuknya kapal nelayan dan coast guard China ke perairan Natuna, Kepulauan Riau.

Penguatan diplomasi bilateral diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sejurus dengan itu, aspek penegakkan hukum juga perlu dilakukan kepada kapal asing yang melakukan ilegal fishing atau pencurian ikan di perairan Indonesia.

"Ya harus ada bilateral, diplomasi untuk sampaikan saling menghormati wilayah dan ketaatan terhadap hukum internasional," kata Hasanuddin yang merupakan pensiunan TNI dengan pangkat terakhir mayor jenderal saat berbincang dengan Okezone, Senin (13/1/2020).hasanuddin

TB Hasanuddin (Okezone)

Politikus PDI Perjuangan itu menilai langkah pemerintah menangani kasus ilegal fishing di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia sudah tepat. Pertama-tama ialah menghalau kapal asing tersebut.

Jika pihak asing masih 'ngeyel,' maka pemerintah dapat memberikan nota protes kepada negara yang bersangkutan. Jikalau masih membandel juga, pemerintah perlu membawa kasus ini ke mahkamah internasional.

Baca juga: 4 Pesawat Tempur F-16 Masih Disiagakan di Natuna

"Pertama di halau dulu, kedua kemudian dilakukan protes, kemudian kalau protes enggak didengar, ya kita bawa ke Mahkamah Internasional," ujar pria yang pernah jadi sekretaris militer Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Hasanuddin menambahkan, operasi militer dilakukan jika dalam keadaan terpaksa dan darurat. Sementara itu, sifat operasi militer haruslah bertahan (defence), bukan melakukan penyerangan atau agresi.

"Sejauh ini menurut hemat saya sudah tepat," tukas TB.

Beberapa waktu terakhir kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard memasuki perairan Natuna untuk melaut secara ilegal di sana. Negara Tirai Bambu itu diduga tak mengakui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah tersebut.

Pemerintah telah menebalkan pasukan di Laut Natuna. Pascakunjungan Presiden Jokowi ke Natuna, kapal-kapal China di perairan Natuna diklaim sudah keluar dari ZEE Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini