nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perayaan Natal Persatuan Umat Kristen & Katolik Dihadiri Tokoh Lintas Agama

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Minggu 12 Januari 2020 21:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 12 337 2152094 perayaan-natal-persatuan-umat-kristen-katolik-dihadiri-tokoh-lintas-agama-mrc9axeHIn.jpg Tokoh lintas agama hadiri perayaan Natal (Foto : Okezone.com/Sarah)

JAKARTA - Persatuan Umat Kristen dan Katolik (PUKK) ingin menyebarkan pesan persatuan dengan merajut kebhinekaan bangsa dalam ibadah Natal tahun 2019 di kawasan Cipinang, Jakarta Timur.

Pesan persatuan tersebut tak hanya disampaikan oleh umat Kristen dan Katolik, melainkan juga tokoh lintas agama lainnya, seperti Hindu, Budha dan juga Islam yang diundang dalam perayaan natal ini.

"Kalau sekarang merajut kebhinekaan bangsa. Kenapa harus dirajut? Kita mengamati beberapa tahun ke belakang, kita merasa, kok jadi kurang damai?" ucap Ketua PUKK Sunarno, Minggu (12/1/2020).

Perayaan Natal dihadiri tokoh lintas agama (Foto : Okezone.com/Sarah)

"Makanya kita punya pemikiran ayo merangkul tokoh-tokoh agama, maju ke depan, kita tampilkan melalui PUKK untuk memberikan pesan kepada masyarakat, tokoh agama bersatu kok," tambahnya.

Sunarno menjelaskan tema persatuan sudah diusung oleh PUKK dalam perayaan Natal sejak 2014. Hal tersebut dipilih lantaran pada saat itu, isu mengenai agama sangat sering dikaitkan dengan politik.

"Ini yang buat kita jadi resah. Akhirnya PUKK maju ke depan untuk merangkul teman-teman Sekarang kita sudah punya grup antar lintas agama. Kita bergandengan tangan sehingga kita memberikan contoh kepada masyarakat," tutur Sunarno.

Baca Juga : Buru Harun Masiku, KPK Gandeng Polisi dan Imigrasi

Baca Juga : Ada Jalan Ambles di Daan Mogot, Pengendara Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Sejak isu agama dikaitkan dengan politik, Sunarno beserta dengan PUKK ingin membantu pemerintah Indonesia untuk memperkuat persatuan antar agama dengan penyelenggaraan natal bersama tokoh lintas agama.

"Tapi begitu mendekati 2014, ini rasanya tiupan angin yang SARA ini semakin keras sehingga kita melangkah membantu pemerintah untuk ayo kita sama-sama membentengi yang namanya kesatuan dan persatuan supaya tak tergoyahkan," tutupnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini