nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sekjen PDIP Siap Penuhi Panggilan KPK Terkait Suap Komisioner KPU

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 12 Januari 2020 14:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 12 337 2152006 sekjen-pdip-siap-penuhi-panggilan-kpk-terkait-suap-komisioner-kpu-s5nQmDa3mF.JPG Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto (Foto: Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto mengaku siap memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW), anggota DPR RI yang menyeret mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan.

"Ketika KPK undang kami pun, saya akan datang, itu merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara," kata Hasto saat menghadiri penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP, di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Hasto menghargai proses penegakan hukum yang dilakukan KPK. Termasuk terhadap pemanggilan dirinya untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan suap terkait proses PAW anggota DPR. Sebab, KPK sudah beberapa kali memenuhi undangan dari PDIP untuk berdialog terkait transparansi keuangan parpol.

"Kami beberapa kali berdialog ketika kami mengundang KPK, KPK datang, di dalam membahas membangun sistem keuangan partai yang transparan, yang baik," ucapnya.

Menurut Hasto, operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menyeret kader PDIP bukan hanya terjadi satu kali. KPK sudah beberapa kali menggelar operasi senyap bersamaan dengan agenda besar PDIP. Oleh karenanya, Hasto mengaku siap jika dimintai keterangannya sebagai saksi.

"Setiap kami mengadakan kegiatan-kegiatan besar seperti ini, sebagaimana dulu kongres keempat, kongres kelima, rakernas pertama, ada persoalan yang itu bukan suatu kebetulan, karena itulah, lahir batin kami telah menyiapkan diri karena tanggung jawab sebagai warga negara itu harus menjunjung hukum tanpa terkecuali," ucapnya.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (Foto: Okezone/Rizky)

Diberitakan sebelumnya, KPK membuka peluang memanggil sejumlah pihak termasuk Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto untuk mengusut kasus dugaan suap yang menyeret Wahyu Setiawan. Hasto dan sejumlah pihak lainnya dipanggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi.

"Mungkin tidak saja hanya kepada Hasto, tetapi mungkin kepada pihak-pihak terkait yang berhubungan dengan pengembangan perkara ini pasti juga ada panggilan-panggilan," kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar, Kamis, 9 Januari 2020 lalu.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses pergantian antar waktu (PAW) di DPR RI. Empat tersangka tersebut yakni, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan (WSE), Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF).

Kemudian, calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE). Wahyu dan Agustiani ditetapkan sebagai pihak penerima suap. Sedangkan Harun dan Saeful merupakan pihak yang memberikan suap.

Dalam perkara ini, Wahyu diduga meminta fee sebesar Rp900 juta untuk meloloskan Harun Masiku sebagai anggota DPR pengganti Nazarudin Kiemas yang telah meninggal dunia. Namun Wahyu baru akan menerima Rp600 juta dari proses pelolosan tersebut.

Uang Rp600 juta dibagi dalam dua tahapan. Pada tahapan pertama, ada aliran suap Rp400 juta yang saat ini masih didalami sumbernya. Hanya saja, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 juta dari total Rp400 juta. Sisanya atau senilai Rp200 juta, diduga digunakan oleh pihak lain.

Pada tahapan pemberian suap kedua, Wahyu rencananya akan menerima Rp400 juta. Uang itu bersumber dari Harun Masiku melalui Saeful yang diserahkan oleh salah seorang pengurus DPP PDIP. Namun, uang Rp400 juta itu masih di tangan Agustiani dan belum sempat diterima Wahyu karena keburu ditangkap KPK.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini