nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jaga Natuna, Ngabalin Minta Komisi I DPR Urus Peningkatan Anggaran TNI AL

Sarah Hutagaol, Okezone · Minggu 12 Januari 2020 13:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 12 337 2151983 jaga-natuna-ngabalin-minta-komisi-i-dpr-urus-peningkatan-anggaran-tni-al-QYgCKMgGwD.jpg Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin menyinggung mengenai Komisi I DPR RI untuk hadir bersama pemerintah dalam menyelesaikan masalah konflik Natuna.

Untuk bekerjasama dengan pemerintah, Komisi I DPR RI diminta menyetujui peningkatan anggaran untuk Angkatan Laut (AL) yang akan menjaga perairan Natuna dan wilayah-wilayah laut Indonesia lainnya.

Pasalnya, menurut Ngabalin, penjagaan terhadap wilayah laut di Indonesia, terutama Natuna yang masuk ke wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sangat lemah, dan yang bertugas menjaga itu adalah Angkatan Laut.

"Maka itu DPR RI Komisi I wajib hukummya untuk bicara kepada pemerintah, dan menyetujui atas usulan-usulan pemerintah terhadap alokasi anggaran untuk kepentingan-kepentingan Angkatan Laut di sekitar Natuna dan daerah-daerah lainnya," ucap Ngabalin dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2020).

Lebih lanjut, Ngabalin pun merasa miris ketika alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Laut yang dimiliki oleh Indonesia, seperti kapal-kapal tahun 1954, 1956, dan senjata pada tahun 1958.

"Pada posisi ini lah DPR mesti ada, supaya memastikan bahwa ketika kita bicara soal bangsa dan negara tentang kedaulatan RI, sudah selesai itu urusan warna-warna putih merah, kuning hijau partai dan lain-lain, untuk kepentingan negara kita harus bersatu," paparnya.

Presiden Jokowi

Kunjungan Jokowi ke Natuna (Foto: Biro Pers Setpres RI)

Dalam diskusi itu, Ngabalin juga menyindir ketidakhadiran Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon yang tidak hadir dalam diskusi tersebut. Ia mengimbau Fadli Zon dan Komisi I bisa segera bertindak untuk perairan Natuna.

"Dalam posisi ini lah, saya ingin mengatakan bahwa seluruh (anggota), kalau sahabatku Fadli Zon, dia harus cepat move on, supaya berpikir tentang negara. Jangan nyinyir-nyinyir melulu, kalau dia ada saya ingin bilang begitu. Supaya berpikir sebagai seorang negarawan seperti apa, karena saya sudah ada pengalaman juga waktu saya di Komisi I," tutup Ngabalin.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini