nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Undang Kaisar Jepang ke Indonesia

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Minggu 12 Januari 2020 11:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 12 337 2151968 presiden-jokowi-undang-kaisar-jepang-ke-indonesia-ZDoAWiFoS3.jpg Presiden Jokowi terima kunjungan kehormatan Menlu Jepang Motegi Toshimitsu. (Foto : Biro Pers Setpres/Muchlis Jr)

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo (Jokow) akan mengundang Kaisar Jepang, Naruhito, ke Indonesia. Presiden menyampaikan undangan tersebut saat menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Jepang di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat 10 Januari 2020.

Juru Bicara Presiden, M Fadjroel Rachman menyatakan, bagi Jepang, kaisar adalah simbol negara yang mempersatukan seluruh rakyat. Walaupun tidak secara langsung mengelola kekuasaan politik pemerintahan, kaisar merupakan representasi kekuatan sosial karena menjadi pucuk tertinggi agama Shinto.

“Karena itu, Kaisar Jepang menjadi simbol juga dalam membangun hubungan antarnegara. Hal ini bisa dilihat pada hubungan negara Jepang dengan Cina dan Korea Selatan,” kata Fadjroel dalam keterangan tertulis, Minggu (12/1/2020).

Ia menjelaskan, hubungan mereka berubah baik ketika Kaisar Akihito menciptakan kebijakan ‘permohonan maaf’ kepada Cina dan Korsel terkait Perang Dunia II. Sejak menjadi kaisar, Kaisar Akihito mendapat julukan atau gelar Kaisar Heisei yang bermakna ‘era perdamaian’.

Sementara Naruhito yang menggantikan Akihito sejak 1 Mei 2019, dijuluki Kaisar Reiwa atau era keselarasan nan indah, juga akan menjadi simbol masyarakat Jepang dalam konteks hubungan-hubungan internasional.

“Presiden Joko Widodo pun memiliki konsep yang serupa, yaitu keselarasan seluruh komponen bangsa untuk mencapai Indonesia,” kata Fadjroel.

Menlu Jepang Motegi Toshimitsu bertemu Presiden Jokowi. (Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Setpres)

Ia menjelaskan, undangan Presiden Jokowi kepada Kaisar Naruhito adalah proses penting bagaimana konsep politik Indonesia dan simbol Negara Jepang yang berlandaskan pada keselarasan bertemu. Bertemunya dua ‘keselarasan’ Indonesia dan Jepang memberi dampak konstruktif antara lain sebagai berikut:

1. Semakin erat kepercayaan antar kedua negara untuk bekerjasama pada banyak bidang strategis untuk kebaikan masyarakat.

2. Penguatan jaringan kerjasama diplomasi global berdasar konsep keselarasan, yaitu saling kerjasama dan peduli, yang dibutuhkan untuk menghadapi krisis global.

3. Terbentuk simbol kekariban lintas negara dengan agama berbeda yang hidup berdampingan secara damai.


Baca Juga : Terima Kunjungan Menlu Jepang, Jokowi Bahas Kerja Sama Ekonomi

Ia menambahkan, pada dasarnya Presiden Jokowi saat ini aktif membangun kerjasama internasional agar kondisi stabilitas politik yang baik dan segala potensi Indonesia mampu dioptimalkan dalam mencapai Indonesia Maju.


Baca Juga : Jokowi Ajak Jepang Berinvestasi di Natuna

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini