Rehabilitasi Lahan Longsor di Bogor, BNPB Akan Tanam Vetiver

Sarah Hutagaol, Okezone · Minggu 12 Januari 2020 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 12 337 2151943 rehabilitasi-lahan-longsor-di-bogor-bnpb-akan-tanam-vetiver-uEBqmAr5hN.jpg Daerah terdampak longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto : BNPB)

JAKARTA – Kepala BNPB Doni Monardo memerintahkan jajarannya untuk melakukan pemetaan rehabilitasi lahan-lahan yang longsor di Kabupaten Bogor akibat banjir bandang pekan lalu.

Tinjauan yang berhasil dipantau ada beberapa titik longsor di Desa Sipayung, Desa Harkatjaya, Desa Kiara Pandak dan Desa Urug. Untuk Desa Sukajaya yang terdampak parah ditunda, karena cuaca buruk dan jarak pandang minim, pemetaan akan dilanjutkan saat cuaca baik. Selain itu, BNPB dan BIG juga akan memperkuat pemetaan dengan analisis spasial dan foto udara dengan drone.

Menurut Kepala BNPB Doni Monardo, langkah awal yang harus dilakukan adalah memperbaiki ekosistem hulu dan kawasan hutan yang ada agar segera pulih, dengan menaman tiga karakter tanaman.

“Melakukan penanaman dengan tiga karakter tanaman, yaitu vetiver sebagai pengikat tanah untuk jangka pendek, tanaman keras khas Jawa Barat yang memiliki nilai ekologis untuk pengembalian fungsi kawasan hutan dan buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/1/2020).

Longsor di Kabupaten Bogor. (Foto : Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)

Terakhir, lanjut Doni, adalah tanaman jangka pendek seperti porang dan kapulaga yang tidak butuh waktu lama untuk bisa dipanen masyarakat. Untuk porang dan vetiver, ia kembali mengingatkan, hanya ditanam di lahan yang rata (datar) bukan di lahan yang curam di mana ditanam untuk mencegah longsor.

"Tanaman ini memang memiliki nilai ekonomi untuk membantu masyarakat. Tapi, ditanamnya di kebun atau ladang yang lahannya datar. Dikombinasikan dengan pohon-pohon keras," katanya.

Selain menyiapkan bibit siap tanam, BNPB juga melakukan pelatihan serta sosialisasi. Unsur yang terlibat BNPB, TNI, Polri, BPBD, akademisi, kelompok pecinta alam, BUMN serta pihak swasta. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai media massa serta segenap aktivis lingkungan.

Sebagai informasi tambahan, ada tiga jenis karakter pohon demi memulihkan ekosistem hulu. Pertama, tanaman keras dan buah-buahan yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis. Beberapa pohon yang bisa ditanam, antara lain; alpukat, cempedak, matoa, sukun, aren, rasamala, puspa, cempaka, mindi atau pohon Sukarno, ketapang, jabon putih, biola cantik, beringin, sempur, mahoni, gandaria, kayu putih, kenanga, kopo dan pohon endemik Jawa Barat lainnya.

Kedua, tanaman vetiver sistem sebagai pengikat tanah untuk jangka pendek. Vetiver sejenis sereh wangi yang akarnya kuat dan kencang seperti kawat baja, mencengkram tanah serta menahan longsor.

Ketiga, tanaman porang. Porang sejenis umbi-umbian yang memiliki nilai ekonomis untuk masyarakat. Porang antara lain digunakan sebagai bahan baku untuk mie shirataki, rendah karbohidrat dan gula, serta sangat baik untuk menjaga kesehatan penderita diabetes dan orang-orang yang sedang melakukan diet.


Baca Juga : Masih Terisolasi, Butuh 3 Jam Berjalan Capai Posko Korban Longsor di Sukajaya

Sementara itu, proses penanganan para korban dan pengungsi masih terus dilakukan oleh BNPB, Pemda Kabupaten Bogor, TNI, Polri, relawan. BNPB juga telah menyiapkan helikopter untuk distribusi logistik untuk para korban.


Baca Juga : Banjir di Bogor dan Lebak, Menteri LHK: 2.500 Hektare Lahan Akan Direboisasi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini