nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berlebaran Bersama Mayat

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 14:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 11 337 2151770 berlebaran-bersama-mayat-cxrd6jYbWH.jpg Ilustrasi

PEKANBARU - Setiap hari, Sulaiman bergelut dengan jenazah-jenazah. Tugasnya dari mendata identitas jenazah, memandikan, kadang menyambung-nyambungkan organ tubuh yang memang saat dibawa ke mayat sampai membawanya ke ruang pendingan.

Untuk mengerjakan semua itu, pria berusia 34 tahun harus responsif terhadap penanganan jenazah. Petugas kamar jenazah juga harus memperlakukan jenazah dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Walau kadang jenazah yang diurusnya mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan kondisi juga tidak utuh. Di tengah malam, petugas harus mengurus dan menunggu jenazah. Bagi kebanyakan orang, tentu pekerjaan ini cukup sulit karena harus memiki jiwa pemberani. Hal yang mistis bagian kebanyakan orang tentu dialami.

Lip

Lebaran, saat orang lain merayakan bersama keluarga dan sahabat, Sulaiman pun tak jarang juga harus mengurus jenazah. Mengingat petugas bagian kamar jenazah di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Riau tempat dirinya bekerja tidak mencukupi. Di bagian pengurus jenazah hanya ada enam orang dengan sistem apusan (bergantian).

"Saya sering dapat giliran bekerja saat lebaran. Maklum disini petugasnya kekurangan. Kami enam orang disini dengan sitem kerja tiga ship. Kalau lebaran, tentu rekannya kita ada yang cuti. Staf kamar jenazah yang non muslim hanya satu. Jadi harus bekerja ekstra. Namun kita bekerja harus profesional mengurus jenazah," ucap pria berwajah oval ini.

Walau ada rasa keinginanyang kuat berlebaran dengan keluarga tercinta, namun semua itu harus 'dikubur' mengingat tanggung jawab mengurus jenazah pagi, siang, malam. Pria warga Air Dingin, Pekanbaru ini mengaku tidak pernah merasa ngeri, bergidik apalagi jijik.

Bahkan saat lebaran, tidak sedikit jenazah yang harus diurus Sulaiman dengan teman seprofesinya. Petugas kamar mayat harus dengan sigap mengurus jenazah. Bahkan ada jenazah yang diurus sampai sebulan karena tidak ada yang mengambil.

Pihak keluarga juga mengaku maklum dengan tugas Sulaiman sebagai penjaga kamar mayat yang harus selalu siaga. Untuk mengurus jenazah khususnya saat terpisah pisah, petugas kamar mayat juga harus bisa merangkainya.

Sulaiman

RSUD Arifin Achmad berada di Jalan Hangtuah-Diponegoro. Kamar mayat berada di bagian belakang gedung. Kamar mayat terdiri dari tiga ruangan utama yakni ruang administrasi, ruang bedang dan lemari pendingan jenazah. Ketiga ruangan ini saling berdekatan.

"Keluarga sudah menerima dengan tugas saya sebagai penjaga kamar mayat. Kita harus tetap melayani kapan saja termasuk saat lebaran. Kadang kita bisa mengurus sampai 10 jenazah dalam seharian," ucap pria berkacamata yang sudah 16 tahun bekerja sebagai penjaga kamar jenazah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini