nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Balada Penjaga Kamar Mayat

Khafid Mardiyansyah, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 08:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 10 337 2151578 balada-penjaga-kamar-mayat-nWlR2RULlc.jpg Ilustrasi Mayat (Foto: Okezone)

SALAH satu profesi yang unik dan menyeramkan adalah penjaga kamar mayat. Berurusan dengan mayat memang selalu menimbulkan kesan mistis yang kental. Namun di balik unsur metafisik yang kuat, ada perjuangan seseorang demi sesuap nasi.

Liputan khusus Okezone kali ini akan mengangkat sosok penjaga kamar mayat yang kadang kehadirannya diremehkan. Padahal, menjaga kamar mayat bukan perkara menjaga benda mati, ada suka, duka dan haru yang selalu menyelimuti setiap harinya.

Adapun Okezone sudah memilih sosok di beberapa rumah sakit yang berbeda di Indonesia. Kisah dari kelima sosok akan dikupas tuntas.

Laporan pertama akan berisi cerita Okto Boimau, seorang pegawai rendah di RSU Prof Dr WZ Johannes Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakoni profesi 'seram' itu hampir satu dekade lamanya. Tak ada rasa takut, khawatir dan rasa sejenisnya. Bapak dua anak itu bahkan mengaku pekerjaan yang dijalaninya itu adalah berkah dari Tuhan.

kamar mayat

Baca Juga: Peninggalan Belanda, Stasiun Semarang Tawang Bersolek Jadi Lebih Milenial

Lalu laporan khusus juga akan mendalami peran Zairin yang menjadi petugas kamar mayat di RSUD Bengkulu. Zairin diangkat menjadi penjaga kamar jenazah, lantaran sering mengantarkan jenazah ke kamar jenazah. Sejak itu direktur rumah sakit memindahkan pria jebolan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bengkulu ini ke kamar jenazah.

kamar mayat

Kemudian, cerita penjaga kamar mayat lainnya datang dari Riau, tepatnya di Rumah Sakit Umum Arifin Achmad Pekanbaru. Sulaiman namanya. Saban hari, pria berusia 34 tahun ini selalu selalu mengurusi jenazah. Dari mayat yang utuh, penuh luka, tidak utuh, sampai ada yang tidak bisa dikenali sama sekali. Pria berkacama mata ini mengaku tidak pernah merasa ngeri dan takut.

Selanjutnya, cerita juga datang dari penjaga Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Cirebon, Suhadai yang belajar membedah mayat secara otodidak. Ia sering mengikuti pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kemampuannya. Bahkan ia sudah mengetahui cara untuk menghilangkan rasa 'jijik' saat membedah mayat.

Terakhir, ada "duo" penjaga kamar mayat dari RSCM Jakarta Pusat, Maksudi dan Agus Rudiawan yang punya segudang cerita bagaimana menangani mayat yang tak utuh hingga pengalaman seram bertemu makhluk halus. (EDI)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini