Krisis Moneter Buat Agus Nekat Jadi Penjaga Kamar Mayat RSCM

Achmad Fardiansyah , Okezone · Sabtu 11 Januari 2020 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 337 2151552 krisis-moneter-buat-agus-nekat-jadi-penjaga-kamar-mayat-rscm-V9Zh6VLjNK.jpg Agus dan kerabat menikmati pekerjaan menjadi petugas kamar mayat (Foto: Okezone/Fardi)

JAKARTA - Agus Rudiawan (53) mengaku awalnya tidak pernah bermimpi menjadi penjaga kamar mayat yang sudah digelutinya selama puluhan tahun.

Agus mengatakan, awalnya menerima pekerjaan yang sekarang dinikmatinya itu bukanlah perkara mudah. Namun, saat krisis moneter 1998, Agus memberanikan diri untuk mencari apapun pekerjaan yang ada, termasuk menjadi penjaga kamar mayat.

"Awalnya saya kerja serabutan itu tahun 1997 - 1998-an, waktu itu saya kerjain semuanya kerja paruh waktu, jadi buruh pabrik, saat itu anak saya baru usia 1 tahun," katanya kepada Okezone di Kamar Mayat Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM), Jalan Panggeran Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Agus terjun ke dunia forensik, lantaran ada ajakan dari mertuanya yang juga bekerja menjadi penjaga kamar mayat. Namun, sebelum ditempatkan sebagai penjaga kamar mayat, Agus terlebih dahulu ditempatkan di bagian keamanan.

Lipsus Kamar Mayat (Foto: Okezone)

"Kebetulan waktu itu memang mertua jadi pensiunan dari sini. Pas waktu mertua saya masih aktif, saya diajak ditawarin mau engga masuk sini?. Tapi awal saya jadi petugas keamanan di sini," ujarnya.

Menurut Agus, menjalani profesi penjaga kamar mayat tidak semudah yang dipikirkan, minimal seorang penjaga harus memiliki pengetahuan ilmu anatomi tubuh manusia, memiliki fisik dan mental yang kuat.

"Setelah beberapa lama jadi sekuriti, sambil kerja saya disuruh memperhatikan (segala jenis kondisi jenazah yang masuk ke kamar mayat)," ungkapnya.

Selama tiga tahun bekerja di lingkungan Kamar mayat Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM), Agus mengaku mentalnya belum terbentuk saat menghadapi jenazah-jenazah yang datang.

"Jadi jenazah yang masuk ke sini itu macam-macam, ada yang kecelakaan atau ada yang kasus pembunuhan, macam-macam pokoknya, nah awalnya saya takut banget," ucapnya.

Setelah bertahun-tahun bekerja di lingkungan kamar mayat RSCM. Akhirnya Agus dipercaya ditempatkan bagian autopsi.

"Setelah itu saya ditarik ke bagian autopsi. di sana tantangannya saya harus tau betul pengetahuan soal autopsi," ujarnya.

RSCM

Lama di bagian autopsi, Agus kembali mendapatkan kepercayaan di bagian pemandian jenazah. "Terus saya dipindahin di bagian pemandian jenazah," bebernya.

Agus mengaku pernah menangani jenazah artis yang membuatnya dikejar-kejar wartawan. Ia mengaku, pengalamannya yang satu ini membuat ia suka senyum-senyum sendiri karena merasa, ialah yang menjadi artis saat itu.

"Pernah saya dulu dapat (tangani) jenazah artis, tapi lupa namanya, saya waktu itu dikejar-kejar wartawan, bangganya ada sih. Masuk TV," ucapnya.

Namun, duka menjadi petugas penjaga kamar mayat. Agus terkadang mengeluh lantaran kurang untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

RSCM

"Mungkin kerja shift-shift-an, jadi enggak ketemu dengan keluarga. Berangkat gelap pulang pagi, itu saja sih," bebernya.

Akan tetapi pada prinsipnya, bertahun-tahun menjadi petugas penjaga kamar mayat, Agus merasa bermanfaat untuk memuliakan orang yang sudah tiada.

"Pada akhirnya, saya merasa bangga, jika pekerjaan saya ini mudah-mudahan bisa bermanfaat," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini