nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Tidur Dekat Jenazah, Suhadai Kini Jadi Penjaga Kamar Mayat

Fathnur Rohman, Jurnalis · Sabtu 11 Januari 2020 10:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 10 337 2151548 sering-tidur-dekat-jenazah-suhadai-kini-jadi-penjaga-kamar-mayat-JTo5zaXUkw.jpg Suhadai menikmati perannya sebagai penjaga kamar mayat (Foto: Okezone/Fathnur)

CIREBON - Mungkin sebagian besar masyarakat akan merasa takut ketika pertama kali mendatangi kamar mayat. Namun untuk Suhadai (52) itu hanya hal kecil baginya. Pria asal Desa Suranenggala, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini sudah berurusan dengan mayat manusia selama kurang lebih 27 tahun.

Saat ditemui Okezone pada Rabu, 8 Januari 2020 lalu, Suhadai mengaku bisa bekerja di Instalasi Forensik dan Pengurusan Jenazah RSUD Gunung Jati, setelah sebelumnya ia sering membantu mengangkat jenazah dan tidur di kamar mayat.

Pria dengan gaya yang cukup santai ini menerangkan, pada tahun 1993 lalu dirinya diangkat sebagai asisten oleh Dokter Heisma Satyaka, yang pada saat itu bertugas sebagai dokter forensik di RSD Gunung Jati.

"Saya awalnya masuk ke Kantor Staf Rumah Tangga, sebagai Koordinator Kebersihan. Kemudian saya ditarik ke kamar jenazah atau forensik. Saya bisa masuk ke sini karena dulu sering tidur di kamar mayat," kata Suhadai saat berbincang dengan Okezone.

RSUD Gunung Jati

Suhadai masih mengingat betul, bagaimana dirinya pertama kali diajak oleh Dokter Heisma untuk mengautopsi mayat seorang preman yang ditemukan meninggal pada perayaan Nadran (sedekah laut). Rasa mual, ingin muntah, serta jijik harus ia tahan saat membedah mayat preman itu. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, ia malah terbiasa dengan hal tersebut.

Suhadai belajar membedah mayat secara otodidak. Ia sering mengikuti pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kemampuannya. Bahkan ia sudah mengetahui cara untuk menghilangkan rasa 'jijik' saat membedah mayat.

"Kalau ngambil mayat dari kuburannya. Pertama kita ambil tanahnya terus kita hirup bau tanah itu. Supaya kita bisa beradaptasi. Kemudian kalau membedah mayat kita harus sering-sering menahan ludah, supaya enggak mual, " tambahnya.

Lipsus Kamar Mayat (Foto: Okezone)

Diungkapkan Suhadai, keluarganya tidak mempermasalahkan dirinya bekerja di kamar mayat. Bahkan saat ini Suhadai sudah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Suka maupun duka bekerja di kamar mayat sudah sering ia lewati. Ia bahkan pernah dijahili oleh mahluk halus atau jin saat ia menjaga kamar mayat. Namun, menurutnya itu adalah hal biasa dan ia tidak takut dengan hal tersebut.

Suhadai juga pernah mengautopsi mayat seorang perempuan yang dituduh dukun santet di Bumiayu. Saat itu, ia bersama dengan Dokter Heisma harus menempuh medan yang sangat berat untuk datang ke lokasi kuburan perempuan itu.

"Saya pernah ke Bumiayu untuk autopsi mayat yang dikira dukun santet. Medannya itu berat, tidak bisa dilalui oleh kendaraan apapun, " kata Suhadai.

Diceritakan Suhadai, dirinya juga sering mengautopsi mayat korban kecelakaan lalu lintas yang anggota tubuhnya tidak lengkap. Biasanya untuk melihat identitas korban, ia akan melihat pakaian yang korban kenakan.

Suhadai juga sering menjumpai mayat yang tidak diketahui identitasnya. Bahkan, setelah beberapa waktu, mayat tersebut tidak kunjung ada yang menjemput. Untuk kasus seperti itu, biasanya dirinya akan meminta persetujuan pihak kepolisian agar mayat itu segera dimakamkan.

RSUD Gunung Jati

"Kalau enggak ada yang cari, kita nanti minta surat kepada polisi untuk menguburkan mayat itu, " ungkap Suhadai.

Suhadai megatakan, tidak ada beban berarti selama ia bekerja di Instalasi Forensik dan Pengurusan Jenazah RSD Gunung Jati. Meskipun masih banyak orang yang menganggap rendah pekerjaannya itu.

Menurut Suhadai, banyak pelajaran yang ia ambil dari pekerjaannya. Salah satunya adalah ia bisa memperbaiki diri untuk hidup yang lebih baik.

"Karena sering berurusan dengan mayat jadi saya bisa intropeksi diri saya agar hidup saya lebih baik lagi. Saya anggap pekerjaan saya itu ibadah, " ucap dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini