Sulaiman, Penjaga Kamar Mayat yang Ahli Menjahit Organ Manusia

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Sabtu 11 Januari 2020 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 337 2151543 sulaiman-penjaga-kamar-mayat-yang-ahli-menjahit-organ-manusia-t3ZSMn1tig.jpg Sulaiman masih betah menjadi penjaga kamar mayat (Foto: Okezone/Banda)

Dia mengatakan, bahwa proses pengurusan jenazah yang masuk ke kamar mayat RSUD Arifin Achmad adalah pihak keluarga ataupun penanggungjawab harus mengisi mengenai jenazah. Apakah dari pasien yang sebelumnya dirawat, atau dari korban kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja, bunuh diri, korban pembunuhan dan lainya.

"Kalau kematian biasa, jenazah akan langsung dibawa ke peti pendingin menunggu keluarga datang. Tapi kalau yang ada kasus, misalnnya pembunuhan ada permintaan otopsi ya kita lakukan pembedahan mayat. Jadi mayat dimasukkan ke ruang khusus," kata pria tamatan SMU itu.

Selain itu, petugas kamar mayat juga diwajibkan bisa menyatukan jenazah yang kondisi organ tubuhnya terpisah-pisah saat diantar ke kamar mayat. "Banyak kita jumpai mayat dengan kondisi organ tubuh terpisah. Jadi kita harus bisa menyatukan satu persatu organ tubuh mayat, kita jahit. Tehnik awal menyatukan tubuh yang terpisah itu dipelajari saat pertama kita diterima di bagian kamar mayat ini. Jadi memang harus bisa, karena itu bentuk dari tanggungjawab. Jadi itulah rutinitas kita," imbuh pria warga Air Hitam Pekanbaru.

Sulaiman

Banyak hal suka duka yang dia alami selama bertugas di bagian kamar mayat. Namun dia mengaku senang bisa bekerja mengabdi mengurus jenazah yang kadang tidak diketahui siapa keluarganya. Kadang sampai satu bulan tidak kunjung diambil jenazah.

"Ya biasalah, kadang ada keluarga yang marah marah, padahal ya memang ada proses adminstrasi. Kalau adminstrasi khusus di kamar mayat cukup cepat, tapi kadang dari pihak lain ada yang lama. Tapi kita harus sabar. Kita tetap mengedepankan pelayanan," ucapnya.

Untuk bertugas menjadi kamar mayat, banyak suka duka yang dialami. Namun Sulaiman mengaku menjalankan kewajibannya dengan ikhlas. Penjaga kamar mayat di RSUD Arifin Achmad ada enam orang.

"Saya masuk tahun 2004. Gaji awal saya Rp 400 ribu. Itu tentunya pas pasan untuk hidup waktu itu. Tapi alhamdulillah tahun 2010, saya diangkat menjadi PNS," ucap pria yang sekarang golongan II.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini