Rahasia Zairin, Sang Penjaga Kamar Mayat Bisa "Akrab" dengan Jenazah

Demon Fajri, Okezone · Sabtu 11 Januari 2020 09:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 337 2151542 rahasia-zairin-sang-penjaga-kamar-mayat-bisa-akrab-dengan-jenazah-vmYWIjtci6.jpg Zairin Masih setia bekerja sebagai penjaga kamar mayat (Foto: Okezone/Demon)

Keyakinan Menjadikan Zairin Betah di Kamar Jenazah

Menjadi penjaga kamar jenazah rumah sakit bukan kehendak ataupun pilihan Zairin. Namun, pria kelahiran 49 tahun silam ini dipercaya dan mampu untuk menjadi bagian dari pemberian pelayanan di kamar jenazah.

Kepercayaan itu pun tidak disia-siakan, Zairin. Berkat ketekunan, sabar dan menjalani pekerjaannya di kamar jenazah. Berselang 4 tahun, sejak bertugas di kamar jenazah.

Bapak 4 orang ini diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), pada tahun 2007. Zairin sama sekali tidak terpikir untuk menjadi penjaga kamar jenazah. Pria ini menjadikan tugas penuh dengan tanggungjawabnya.

Baginya, tugas di kamar mayat merupakan pekerjaan kemanusiaan. Bagaimana tidak, Zairin musti memandikan, mengkafani, mensalatkan hingga mengebumikan jenazah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Selama bertugas, Zairin belum menemukan kejadian aneh di kamar jenazah. Baik pagi, siang, maupun malam. Pria berwajah brewok ini yakin, jika pekerjaannya tersebut untuk kebaikan. Sehingga dirinya terhindar dari kejadian aneh.

Ilustrasi

''Saya sudah banyak berhadapan langsung dengan jenazah, sudah tidak terhitung berapa jenazah. Ribuan lebih. Alhamdulillah, sampai sekarang belum ada diganggu atau mendapatkan kejadian aneh,'' aku, Zairin.

Pria ini juga menerima jenazah yang tidak memiliki identitas atau Mr x. Penitipannya hingga 3 hari. Selama penitipan jenazah dimasukkan ke dalam mesin pendingin. Perlakuannya tidak berbeda dengan jenazah yang memiliki identitas.

Jenazah Mr X tetap dimandikan, dikafani, disalatkan bagi umat muslim. Namun, untuk umat non muslim diberikan pengawet. Pemberikan pelayanan terhadap setiap jenazah sama sekali tidak ada perbedaan. Meskipun jenazah sudah tidak utuh.

Pengkafanan, pemandian, mensalatkan jenazah dilakukan sesuai dengan permintaan anggota keluarga. Jika menginginkan jenazah langsung dimandikan, dikafani dan disalatkan.

Berbeda dengan jenazah Mr X, yang musti dimandikan, dikafani, disalatkan secara langsung tanpa menunggu persetujuan pihak keluarga. Sementara pemakaman Mr X, musti ada surat resmi dari aparat kepolisian setempat.

''Jenazah yang masuk kamar jenazah tidak ada perbedaan. Semuanya sama,'' jelas pria 49 tahun ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini