Kapal China Berlayar di Natuna Harus Jadi Pelajaran

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 10 Januari 2020 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 10 337 2151378 kapal-china-berlayar-di-natuna-harus-jadi-pelajaran-N3fAU7cWur.jpg Ilustrasi kapal perang (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani senang mendengar kabar kapal nelayan dan coast guard China telah keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau usai Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung pada Rabu 8 Januari 2020.

Namun, politikus Golkar itu menyoroti aspek penegakkan hukum atas kapal yang melakukan pencurian ikan tersebut.

"Kami senang mendengarnya, namun menyayangkan jika memang benar telah terjadi pencurian ikan dan pelakunya tidak diproses, belum lagi bicara nilai kerugian yang ditimbulkan," katanya saat dikonfirmasi Okezone, Jumat (10/1/2020).

Pangkogabwilhan I apel di Natuna (Foto : TNI)

Ke depan, Christina ingin pemerintah Indonesia lebih aktif lagi meningkatkan kehadiran di ZEE Indonesia untuk mencegah pencurian ikan oleh kapal asing. Kehadiran aparat di ZEE, membuktikan negara hadir mempertahankan hak berdaulat atas batas wilayahnya.

"Satu pelajaran yang bisa diambil di sini, kita harus lebih aktif meningkatkan kehadiran dan pengawasan di ZEE kita, terutama yang memiliki potensi besar sumber daya alam," ujar Christina.

Selain itu, dia juga mendorong pemerintah memikirkan solusi bagi nelayan di Natuna yang saat ini kemampuannya belum cukup untuk melaut di ZEE Indonesia. Kemampuan yang dimaksud adalah terkait spesifikasi kapalnya.

"Apa yang bisa dilakukan untuk mereka? Apakah model kerjasama bagi hasil di mana pemerintah melalui BUMN perikanan menyediakan kapalnya? Apakah kredit lunak pengadaan kapal untuk digunakan nelayan secara kolektif di mana BUMN perikanan menjadi off taker hasil penangkapannya? atau mungkin ada mekanisme lain yang bisa dilakukan?" tuturnya.

Markas Besar TNI sebelumnya menyatakan kapal nelayan dan coast guard China telah keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna, Kepulauan Riau usai Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Natuna, Rabu 8 Januari 2020.

Baca Juga : Diperbolehkan Anies, Pemkot Bekasi Buang Sampah Sisa Banjir ke Bantargebang

Baca Juga : Komisi I DPR Akan Gelar Rapat Bersama Pemerintah Bahas Kedaulatan Natuna

"Dengan amatan dari TNI AU melalui udara, mereka artinya kapal-kapal China yang melakukan ilegal fishing sudah keluar dari ZEE kita, pasca-kunjungan Presiden ke Natuna," kata Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 9 Januari 2020.

Beberapa waktu terakhir kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard memasuki perairan Natuna untuk melaut secara ilegal di sana. Negara Tirai Bambu itu diduga tak mengakui ZEE Indonesia di wilayah tersebut.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini