nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kunjungan Jokowi ke Natuna Merupakan Bentuk Kepedulian Terhadap Kedaulatan Indonesia

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 10 Januari 2020 07:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 10 337 2151295 kunjungan-jokowi-ke-natuna-merupakan-bentuk-kepedulian-terhadap-kedaulatan-indonesia-3uvWu3zqub.jpg Presiden Joko Widodo saat Mengunjungi Kepulauan Natuna (foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PAN, Farah Putri Nahlia mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengunjungi Kepulauan Natuna. Menurutnya hal tersebut positif sebagai bentuk kepedulian terhadap Natuna.

"Sebagai seorang kepala negara itu tindakan yang wajar ya dilakukan oleh Pak Jokowi, karena ini menunjukkan bahwa kita peduli dengan teritorial kita, kira peduli dengan laut Natuna Utara," kata Farah kepada Okezone, Jumat (10/1/2020).

Baca Juga: TNI Sebut Kapal China Sudah Keluar dari Perairan Natuna Pasca-Dikunjungi Jokowi 

Ketika Presiden Jokowi Temui Ratusan Nelayan di Natuna

Farah mengatakan, kedatangan Presiden Jokowi menandakan sekaligus memberi pesan kepada dunia, khususnya China bahwa laut Natuna Utara milik bangsa Indonesia.

"Dengan kunjungan Presiden ke sana berarti menegaskan sikap kita, bahwa ini milik kita," tuturnya.

Presiden Jokowi mengunjungi Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, pada Selasa 8 Januari 2020. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan Natuna merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kedaulatan itu tidak bisa ditawar-tawar. Tidak bisa ditawar-tawar!" kata Jokowi.

Jokowi menerangkan, Natuna bagian dari wilayah teritorial Indonesia baik secara de facto dan de jure. Di wilayah Natuna ada 81 ribu penduduk.

Baca Juga: Datang Langsung ke Natuna, Jokowi Kembali Tegaskan Kedaulatan Tidak Bisa Ditawar! 

"Kedua yang perlu saya sampaikan, ini saya ulang, karena 2016 sudah saya sampaikan, bahwa Natuna ini adalah teritorial Indonesia. Kita punya kabupaten di sini, ada bupatinya, ada gubernurnya," ujarnya.

"Penduduk kita ada di sini ada 81 ribu. Jadi tidak ada yang diperdebatkan lagi. (Secara) de facto de jure, Natuna adalah Indonesia!" tegas Kepala Negara.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini