Komisioner KPU Baru Terima Suap Rp200 Juta Terkait PAW Caleg PDIP Harun

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 09 Januari 2020 22:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 09 337 2151265 komisioner-kpu-baru-terima-suap-rp200-juta-terkait-paw-caleg-pdip-harun-kS1Agp97z4.jpg Konferensi Pers KPK Terkait Status Tersangka Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan (foto: Okezone/Heru Haryono)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lili Pintauli Siregar menyatakan bahwa, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE) baru menerima uang suap Rp200 juta terkait pencalonan Politikus PDIP, Harun Masiku sebagai Anggota DPR Pergantian Antar Waktu (PAW).

Uang suap sebesar Rp200 Juta untuk Wahyu Setiawan itu diserahkan melalui orang kepercayaannya sekaligus mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina (ATF). KPK masih mendalami sumber uang untuk Wahyu Setiawan tersebut.

Baca Juga: KPU Bakal Gelar Rapat Pleno Tentukan Nasib Wahyu Setiawan 

"WSE menerima uang dari dari ATF sebesar Rp200 juta di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan," kata Lili saat menggelar konpers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020).

Ruang Kerja Komisioner KPU Wahyu Setiawan Disegel 

Awalnya, ada aliran uang sebesar Rp400 juta yang akan diberikan untuk Wahyu Setiawan melalui Agustiani dan seorang Advokat inisial DON, serta pihak swasta, Saeful (SAE) untuk meloloskan Harun sebagai Anggota DPR PAW. Namun, dari Rp400 Juta yang masih diselidiki sumber uangnya tersebut, Wahyu hanya menerima senilai Rp200 Juta.

"Awalnya, pertengahan Desember 2019, salah satu sumber dana (sedang didalami KPK) memberikan uang Rp400 juta yang ditujukan pada WSE melalui ATF, DON dan SAE," ujarnya.

Lebih lanjut, Lili membeberkan, pada akhir Desember 2019, Harun Masiku memberikan kembali uang sebesar Rp850 Juta kepada Saeful melalui seorang staf di DPP PDIP. Uang itu disalurkan oleh Saeful kepada Advokat inisial DON sejumlah Rp150 Juta.

Dari sisa uang Rp700 Juta itu, Aaeful kemudian menyalurkan Rp450 untuk Agustiani Tio untuk dibagi kembali ke Wahyu Setiawan. Sedangkan sisa uang Rp250 Juta, rencananya akan digunakan Saeful untuk operasional.

Lili mengungkap, Agustiani Tio rencananya akan memberikan uang suap dari Saeful kepada Wahyu hanya sebesar Rp400 Juta. Sisa Rp50 Juta, diduga sebagai jatah Agustiani Tio. Namun, Agustiani Tio keburu ditangkap KPK sebelum menyerahkan uang untuk Wahyu.

"Dari Rp450 juta yang diterima ATF, sejumlah Rp400 juta merupakan suap yang ditujukan untuk WSE, Komisioner KPU. Uang masih disimpan oleh ATF," jelas Lili.

KPK sendiri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI. Penetapan tersangka dilakukan usai menggelar serangkaian pemeriksaan dan proses penyelidikan.

Baca Juga: Komisioner KPU Wahyu Setiawan Minta Fee Rp900 Juta ke Caleg PDIP 

Adapun, empat tersangka tersebut yakni, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WSE) dan Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan dua pihak pemberi suap yakni, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini