nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPU Bakal Gelar Rapat Pleno Tentukan Nasib Wahyu Setiawan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 21:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 09 337 2151262 kpu-bakal-gelar-rapat-pleno-tentukan-nasib-wahyu-setiawan-on1V26m2wg.jpg Konferensi pers KPK dan KPU terkait OTT terhadap Wahyu Setiawan. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggelar rapat pleno untuk menetapkan status Wahyu Setiawan usai ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wahyu terjerat kasus dugaan suap terkait proses Pergantian Antar Waktu (PAW) di DPR RI.

Arief berujar, kasus yang menyeret salah satu komisioner di lembaganya ini sangat penting untuk segera disikapi. Pasalnya kasus ini dapat mempengaruhi kepecayaan publik kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu.

“Tetapi KPU karena kasus ini cukup penting bagi kami, mempengaruhi kepercayaan publik terhadap penyelenggaran pemilu, kami akan melakukan rapat pleno untuk menyikapi hal ini,” ujar Arief dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020).

Arief mengatakan, jika mengacu kepada peraturan perundang-undangan, penyelenggara pemilu atau anggota KPU, provinsi, kabupaten kota yang sudah ditetapkan menjadi terdakwa, maka akan diberhentikan sementara.

(Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

“Kemudian sampai ada putusan yang berkekuatan hukum tetap, kalau memang bersalah maka diberhentikan tetap, kalau dia tidak bersalah maka dia juga direhabilitasi,” ucapnya.

Karena itulah, guna mengambil keputusan seutuhnya, pihaknya bakal segera menggelar rapat pleno untuk mengambil keputusan. “Tapi kami tentu mengambil putusan dalam rapat pleno tapi dalam UU demikian,” tutur Arief.

Baca juga: Komisioner KPU Wahyu Setiawan Minta Fee Rp900 Juta ke Caleg PDIP

Diketahui sebelumnya, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proses PAW di DPR RI. Penetapan tersangka dilakukan usai menggelar serangkaian pemeriksaan dan proses penyelidikan.

Adapun, empat tersangka tersebut yakni, Wahyu Setiawan (WSE) dan Mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sekaligus orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF). Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Sedangkan dua pihak pemberi suap yakni, Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku (HAR) dan pihak swasta, Saeful (SAE).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini