nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Fakta Terbaru Pembunuhan Hakim Jamaluddin yang Diotaki Istrinya

Maulidia, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 16:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 09 337 2151139 4-fakta-terbaru-pembunuhan-hakim-jamaluddin-yang-diotaki-istrinya-adUDf4S3ev.jpeg (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Misteri kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (55) mulai terkuak. Tak disangka, otak pembunuhan berencana diduga kuat adalah istri korban sendiri, Zuraida Hanum (41).

Kasus ini mulai mengemuka saat Jamaluddin ditemukan tewas dalam mobilnya pada Jumat, 29 November 2019 di jurang areal kebun sawit milik masyarakat, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Berikut 4 fakta terbaru kasus pembunuhan Jamalludin:

1. Motif Asmara

Kaus pembunuhan berencana terhadap Jamaluddin diduga akibat permasalahan rumah tangga. Motif tersebut terungkap usai Polda Sumatera Utara menangkap tiga tersangka.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Martuani Sormin, menyebut ada dua motif di balik pembunuhan terhadap Jamaluddin, yakni sakit hati dan asmara.

Zuraida tak senang karena menganggap Jamaluddin telah berselingkuh dengan perempuan lain. Atas rasa sakit itu, Zuraida bahkan pernah meminta seseorang menghabisi Jamaluddin pada Maret 2019. Namun niat itu urung dilakukan karena orang yang disuruh Zuraida tidak mau membunuhnya.

Niat membunuh Jamaluddin muncul kembali setelah Zuraida dekat dengan tersangka Jefri Pratama, yang diduga eksekutor utama pembunuhan itu.

Baca juga: 3 Kasus Pembunuhan Suami yang Didalangi Istri

Zuraida menjalin asmara dengan Jefri Pratama setelah keduanya sering bertemu di sekolah anak Zuraida dan Jamaluddin. Anak Zuraida dan anak Jefri Pratama kebetulan belajar di sekolah yang sama.

"Karena sering curhat, akhirnya Zuraida meminta tersangka Jefri untuk menghabisi korban. Jefri kemudian meminta bantuan Reza Fahlevi untuk eksekusi itu," tukasnya.

2. Dibunuh di Kamar Tidur

Pembunuhan terhadap Jamaluddin diduga telah direncanakan sejak 25 November 2019. Korban dieksekusi dengan cara dibekap oleh Jefri menggunakan bantal hingga kehabisan napas. Sedangkan tersangka Reza menahan tangan korban dan Zuraida memegang kaki suaminya.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Baca juga: Sang Istri Sewa 2 Pembunuh Bayaran untuk Habisi Hakim PN Medan

Pembunuhan tersebut dilakukan di kamar tidur di rumah korban saat malam. Mayat korban kemudian dibuang ke jurang perkebunan kelapa sawit.

Kapolda menyebutkan, antara korban dan istrinya sering terjadi percekcokan yang sudah tidak bisa didamaikan, hingga istrinya pun berpikir untuk membunuh Jamalludin.

3. Dibuang ke Jurang

Oleh para pelaku, jasad Jamaluddin dimasukkan ke dalam mobil untuk dibuang. "Usai dieksekusi, korban lalu dibawa menggunakan mobil Toyota Land Crusier Prado ke kawasan Kutalimbaru. Di sana mobil jenazah dibaung, hingga akhirnya ditemukan warga," ujar Sormin.

4. Dua Metode Pengungkapan Kasus

Penangkapan ketiga tersangka kasus pembunuhan hakim PN Medan setelah penyidik memeriksa puluhan saksi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Argo Yuwono mengatakan, ada dua metode yang dilakukan untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut, yakni induktif dan deduktif. Penyelidikan dilakukan terkait dengan pekerjaan korban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini