nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI Tetap Patroli Rutin Meski Kapal China Hengkang dari Natuna

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 16:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 09 337 2151114 tni-tetap-patroli-rutin-meski-kapal-china-hengkang-dari-natuna-dePXsHroUi.jpg Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi (Foto: Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Kapal nelayan dan Coast Guard China telah hengkang dari perairan Natuna, Kepulauan Riau. Meski begitu, TNI tetap menggelar operasi rutin di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. 

"Pengamanan akan kami lakukan, jadi saya ulangi, TNI tetap melakukan operasi rutin, jadi operasi itu operasi rutin, hanya intensitasnya kami lihat di lapangan," kata Kapuspen TNI, Mayjen Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

Sisriadi menyebut, akan tetap menggelar operasi rutin untuk memastikan tidak ada lagi pihak negara lain yang berusaha mengambil keuntungan di Indonesia secara ilegal. "Artinya, perkembangan taktis, kalau memang sudah benar-benar clear nanti fokus secara keseluruhan," ujar Sisriadi.

Baca Juga: TNI Sebut Kapal China Sudah Keluar dari Perairan Natuna Pasca-Dikunjungi Jokowi 

TNI menyatakan kapal nelayan dan Coast Guard China telah hengkang atau keluar dari wilayah ZEE Indonesia, usai Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke Natuna, Kepulauan Riau pada Rabu 8 Januari 2020.

"Dengan amatan dari TNI AU melalui udara, mereka artinya kapal-kapal China yang melakukan illegal fishing mereka sudah keluar dari ZEE kita, pasca-kunjungan Presiden ke Natuna," papar Sisriadi.

Apel di Natuna Foto: Ist

Selain kehadiran Jokowi, Sisriadi mengungkapkan, ada faktor lainnya yang membuat kapal negeri tirai bambu itu 'angkat kaki' dari Indonesia. Salah satunya adalah hadirnya peran TNI menjaga kedaulatan Indonesia.

"Itu bisa dilihat dari beberapa hal. TNI sendiri melakukan tugas di lapangan. Artinya, kami bertindak sesuai prosedur mengusir mereka. Berulang-ulang dan tak pernah lelah," ujar Sisriadi.

Berkaca dari konflik Natuna, TNI memastikan tetap melaksanakan operasi patroli rutin di bagian Natuna khususnya dan seluruh bagian Indonesia umumnya, yang berbatasan dengan negara lain.

"Jadi, kemarin itu fokus dan intensitas kami arahkan ke laut Natuna Utara. Karena sebenarnya operasi rutin itu di lakukan di seluruh perairan Indonesia, jadi tak hanya di Laut Utara Natuna," tutur Sisriadi.

Baca Juga: TNI Tingkatkan Operasi Pengamanan Laut dan Udara di Perairan Natuna 

Dalam menjaga perairan Natuna saat dimasuki kapal China, TNI setidaknya mengerahkan beberapa kekuatan di wilayah tersebut.

"Terakhir, kami kerahkan ke wilayah itu ada delapan KRI, kemudian patroli udara intensif 1-2 flight. Satu flight empat pesawat udara.

Jadi kan operasi kita operasi laut, operasi udara, jadi kami tak bicara jumlah personel. Jadi kami bicara jumlah KRI dan pesawat udara," ujar Sisriadi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini