nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketika Komisioner KPU Terjerat Kasus Korupsi

Awaludin, Okezone · Kamis 09 Januari 2020 07:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 08 337 2150848 ketika-komisioner-kpu-terjerat-kasus-korupsi-S37sJipcB9.jpg Wahyu Setiawan, Komisioner KPU yang Terjaring OTT KPK (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukan taringnya, setelah menangkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan (WS) saat hendak ke luar kota di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Sebelumnya, KPK menggelar OTT di daerah Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa, 7 Januari 2020. Tim mengamankan Bupati Sidoarjo dua periode, Saiful Ilah dan sejumlah pihak lainnya.

Ketua KPK, Firli Bahuri pun membenarkan jika pihaknya telah mengamankan seorang pria yang bekerja di lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia.

“Komisioner KPU atas nama WS,” kata Firli saat dikonfirmasi Okezone.

Rayakan HUT Ke-16, KPK Akan Terus Menjaga Integritas 

Menurutnya, OTT tersebut terkait kasus suap. Namun, mantan Kabarharkam Polri itu tak menjelaskan suap tersebut terkait proyek atau kepentingan apa.

"Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Kami masih bekerja. Pemberi dan penerima suap kita tangkap," ujar Firli.

Menanggapi hal itu, Ketua KPU Arief Budiman mengaku dirinya sempat berkomunikasi dengan WS, pada Rabu 8 Januari 2020. "Masih berkomunikasi dengan kami. Masih saling merespons," kata Arief.

Arief pun mengatakan, setelah ramai kabar WS ditangkap KPK, barulah nomor yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. "Setelah itu sudah tidak bisa. Saya coba hubungi tapi gak bisa," ungkapnya.

Arief juga memastikan tahapan Pemilu 2019 sudah tuntas dan sudah dijalankan sehingga tidak ada masalah lagi.

"Jadi, saya yakinkan seluruh tahapan berjalan sebagaimana ketentuan yang ada dalam undang-undang. Persiapan pemilihan kepala daerah berjalan sebagaimana adanya," sambungnya.

Komisioner KPU Mendatangi KPK Pasca-OTT Wahyu Setiawan (foto: Okezone) 

Arief pun mengklaim sistem kerja KPU sudah dibangun dengan bagus sehingga tugas-tugas negara tetap akan diselesaikan kendati ada persoalan hukum yang menimpa salah seorang komisionernya. Ditegaskannya lagi, tahapan Pilkada 2020 tidak akan terganggu, meski ada komisioner KPU ditangkap KPK.

"Enggak dong, pokoknya tahapan ini berjalan seperti yang ditentukan undang-undang," ujarnya.

Arief akan bekerja sama dengan KPK bila dibutuhkan keterangannya untuk kasus yang menjerat anak buahnya itu.

"Kalau KPU akan tetap bekerja sama prinsip terbuka ya, kalau KPK butuh keterangan data dari KPU, kami terbuka," kata Arief.

Arief menambahkan, Komisioner KPU Wahyu Setiawan masih menjalani pemeriksaan. Sesuai ketentuan hukum, status Wahyu akan ditetapkan pada Kamis 9 Januari 2020.

"Statusnya baru akan disampaikan setelah proses penyelidikan 1x24 jam," ucap Arief.

Ilustrasi Gedung (foto: Okezone)

Informasi tersebut diketahui Arief usai bertemu dengan pimpinan KPK, Alexander Marwata dan Pelaksana Tugas Juru Bicara Ali Fikri serta Kabiro Humas, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK.

Selaras dengan hal tersebut, Wahyu ternyata memiliki harta kekayaan yang berjumlah Rp12,8 miliar. Informasi itu tertuang dalam Laporan Harta Kekayaaan Pejabat Negara (LHKPN) per tanggal 31 Desember 2018.

Dalam laporan itu, Wahyu tercatat memiliki harta tidak bergerak berupa sembilan bidang tanah dan bangunan yang semua tersebar di Banjarnegara senilai Rp 3.350.000.000.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan (Foto : Sindo Photo)	 

Adapun untuk harta bergerak, Wahyu memiliki enam kendaraan, yakni tiga mobil dan tiga motor senilai Rp 1.025.000.000. Sementara itu, harta bergerak lainnya yang dia laporkan senilai Rp715 juta.

Selain itu, kas atau setara kas lainnya yang dimiliki Wahyu sebesar Rp 4.980.000.000. Harta lainnya yang juga dia laporkan senilai Rp 2.742.000.000.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini