nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Dukung Kejagung Terkait Pengusutan Kasus Jiwasraya

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 14:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 08 337 2150645 kpk-dukung-kejagung-terkait-pengusutan-kasus-jiwasraya-qWBSWX20z6.jpg Ketua KPK Firli Bahuri dan Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto : Okezone.com/Fadel)

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri menyebut pihaknya akan mendukung Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait pengusutan dugaan kasus gagal bayar polis jatuh tempo yang terjadi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk sinergitas antar lembaga penegak hukum.

"Saya sampaikan tadi, seluruh perkara yang sudah ditangani oleh kejaksaan, KPK support, termasuk dengan perkara Jiwasraya," kata Firli Bahuri usai pertemuannya dengan Jaksa Agung di gedung utama Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (8/1/2020).

Ilustrasi

Firli mengaku, pihaknya akan membantu Kejagung bila nantinya memiliki informasi yang bisa diberikan dalam rangka membantu proses penyelidikan.

"Jadi apa yang kita miliki, informasi apa yang kita dapatkan, dokumen apa yang KPK miliki itu akan kita sampaikan kepada Kejagung," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jaksa Agung, ST Burhanuddin mengaku masih mendalami kasus tersebut dengan cara memeriksa satu per satu setiap transaksi investasi bodong tersebut.

"Memang ini agak lama karena gini kita akan membedah bahwa ini ada transaksi-transaksi yang melebihi dari lima ribu transaksi jadi tololng temen-temen kami perlu waktu, mana transaksi bodong mana transaksi digoreng mana transaksi yang benar," kata dia.

Baca Juga : Soal Larangan Penggunaan Kantong Plastik, Ini Komentar Warga dan Petugas Swalayan

Baca Juga : Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi pada 8-12 Januari 2020 di Jabodetabek

Sekadar diketahui, Jiwasraya mengalami permasalahan tekanan likuiditas lantaran melakukan investasi pada sebagian besar aset berisiko tinggi (high risk) untuk mengejar keuntungan yang tinggi (high return). Sebagian besar dana investasi ditaruh pada saham berkinerja buruk dan pada reksa dana yang dikelola oleh manager investasi dengan kinerja buruk.

Alhasil kerugian yang malah didapatkan Jiwasraya, membuat perusahaan pelat merah itu mengalami gagal bayar klaim polis yang jatuh tempo untuk periode Oktober-Desember 2019 senilai Rp12,4 triliun. Sementara Kejaksaan Agung memperkirakan kerugian akibat buruknya investasi Jiwasraya mencapai Rp13,7 triliun.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini