Eks Direktur AP II Didakwa Terima Suap USD71.000 dan SGD96.700

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 08 Januari 2020 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 337 2150628 eks-direktur-ap-ii-didakwa-terima-suap-usd71-000-dan-sgd96-700-5QHtwOQ1IB.jpg Andra Yastrialsyah Agussalam saat bersaksi di persidangan suap antar proyek BUMN di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 24 November 2019 (Foto: Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA - Mantan Direktur Keuangan (DirKeu) PT Angkasa Pura (AP) II, Andra Yastrialsyah Agussalam didakwa menerima suap sebesar 71.000 dolar Amerika Serikat (USD) dan 96.700 dolar Singapura (SGD). Uang itu diduga untuk mengupayakan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) menjadi pelaksana proyek pemasangan Semi Baggage Handling System (BHS).

"Terdakwa melakukan perbuatan yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai perbuatan berlanjut, menerima hadiah atau janji," kata Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Haerudin saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (8/1/2020).

Dalam dakwaannya, Haerudin menuturkan, awalnya proyek pengerjaan Semi BHS dirapatkan oleh Direktur Operasi dan Teknik PT AP II, Djoko Muryatmodjo bersama dengan Vice President Airport Operation Policy, Ruchyana; Vice President Airport Engineering Development, Radityo Purwoko; Direktur PT Angkasa Pura Propertindo (APP), Wisnu Raharjo; Executive GM Airport Management Divison, Marzuki Battung; dan Executive GM Manager Airport Construction Division, Agung Sedayu.

Baca Juga: Mantan Direktur Keuangan AP II Bersaksi di Sidang Suap Proyek Antar BUMN

Dalam rapat itu menghasilkan keputusan bahwa proyek pengadaan semi BHS diserahkan kepada PT APP. Selanjutnya, Djoko Muryatmodjo mengusulkan revisi program investasi RKAP berupa pengadaan proyek semi BHS di Terminal III Bandara Soekarno-Hatta kepada Andra Agussalam selaku Dirkeu PT AP II. Nilai anggaran proyek tersebut sekira Rp201 miliar.

KPK

Kemudian, Andra bertemu dengan Darman Mappangara selaku Dirut PT INTI sekaligus teman lamanya di PT LEN Industri. Pertemuan tersebut juga dihadiri Marzuki Battung. Dalam pertemuan itu, Darman meminta agar proyek-proyek PT AP II dapat dikerjakan PT INTI.

Andra menyatakan akan mengawal pekerjaan tersebut di tingkat PT AP II dan meminta agar Darman memberitahukan jika ada hambatan dalam pengadaan proyek itu.

Setelah adanya kesepakatan, Darman menyuruh koleganya, Andi Taswin Nur untuk menyetorkan uang ke Andra Y Agussalam secara bertahap. Andi Taswin Nur menyerahkan sejumlah uang yang telah disepakati ke Andra melalui sopir pribadi Andra, Endang.

"Bahwa terdakwa mengetahui atau setidak-tidaknya patut menduga penerimaan uang secara bertahap yang seluruhnya sebesar USD71.000 dan SGD96.700 dari Darman Mappangara yang diserahkan melalui Andi Taswin Nur," ujar Jaksa.

Baca Juga: Perantara Suap Eks Dirkeu Angkasa Pura II Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara

Atas perbuatannya, Andra didakwa melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini