Pertahankan Hak Berdaulat, Pemerintah Terus Tingkatkan Kekuatan di Natuna

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 07 Januari 2020 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 337 2150407 pertahankan-hak-berdaulat-pemerintah-terus-tingkatkan-kekuatan-di-natuna-zAxvu9XjGb.jpg Mahfud MD. (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, patroli di perairan Natuna ditingkatkan seiring dengan masuknya kapal asal China di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

"Ini rutin saja jadi patroli Bakamla juga lalu dibacking oleh Polair dan sebagainya, memang sudah rutin gitu. Cuma sekarang penguatannya ditingkatkan," kata Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Mahfud mengatakan, Indonesia akan tetap memertahankan hak berdaulat di perairan Natuna. Hal itu juga sudah ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu. Intinya, tak akan ada tawar menawar terkait batas wilayah.

(Foto: Puspen TNI)

"Kita tetap akan mempertahankan hak berdaulat kita di wilayah itu dan itu ditegaskan kembali oleh Presiden di dalam rapat tanggal 6 kemarin sore itu, sudah jelas tidak ada tawar-menawar kalau urusan melindungi itu," ujarnya.

Sekadar informasi, beberapa waktu terakhir kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard memasuki perairan Natuna untuk melaut secara ilegal di sana. Negara Tirai Bambu itu diduga tak mengakui ZEE Indonesia di wilayah tersebut.

Pemerintah telah menebalkan pasukan di Laut Natuna. Selain itu, pemerintah juga akan mengirimkan ratusan nelayan di sana guna menunjukkan bahwa negara hadir menjaga kedaulatan. Hingga kini kapal China tersebut masih bertahan di Natuna.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini