nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bertemu Pimpinan KPK, Mahfud MD: Yang Korupsi Proyek APBN Akan Disikat Habis

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 16:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 07 337 2150253 bertemu-pimpinan-kpk-mahfud-md-yang-korupsi-proyek-apbn-akan-disikat-habis-yS9VWPe6S2.jpg Menko Polhukam Mahfud MD terima pimpinan KPK di Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/1/2020). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mewanti-wanti semua pihak agar tidak main-main dengan proyek negara yang dibiayai APBN. Jika ada yang korupsi, akan disikat habis.

Hal itu dikatakan Mahfud usai bertemu pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (7/1/2020).

"Kemenko Polhukam dan KPK mempunyai persentuhan tugas yang sangat penting dalam mencapai tujuan negara. Tujuan negara itu yang empat tadi disebut Pak Firli diterjemahkan dalam proyek-proyek APBN antara lain," ucapnya.

"Oleh sebab itu, siapapun yang main-main dengan proyek APBN keuangan negara secara curang dan korupsi akan diperangi secara sungguh-sungguh, siapapun akan disikat habis," tegas Mahfud.

Kemenko Polhukam, kata Mahfud, telah bersepakat dengan pimpinan KPK untuk saling menguatkan. "Kita dorong KPK akan kuat, tetapi juga kita akan imbangi di sini Kejaksaan Agung dan Kepolisian yang berada di lingkup Kemenko Polhukam. Itu termasuk juga Saber Pungli akan diperkuat," tuturnya.

Sementara Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, pihaknya akan mengamankan lima program nasional untuk mewujudkan tujuan negara Indonesia. Bila ada perbuatan melawan hukum yang bertujuan menggagalkan tujuan bernegara itu, maka lembaga antirasuah akan melakukan penindakan terukur sesuai aturan hukum.

Menko Polhukam Mahfud MD terima kunjungan pimpinan KPK di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/1/2020). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)Menko Polhukam Mahfud MD terima kunjungan pimpinan KPK di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (7/1/2020). (Foto : Okezone.com/Fahreza Rizky)

"Kami sampaikan juga bahwa pemberantasan korupsi itu tidak hanya mengedepankan penindakan, tetapi juga harus diikuti pencegahan yang ditingkatkan dan tetap melakukan penindakan hukum secara profesional, akuntabel, dan transparan," ucap Firli.

"Dalam Perpres 54 Tahun 2018 ada tiga fokus yang dijadikan sasaran dan ada 11 aksi yang harus dilakukan. Ini pun kami sampaikan kepada Menko Polhukam karena kita harus bersinergi apalagi aparat penegak hukum tidak hanya KPK, tetapi dia harus bersinergi dengan Kejaksaan Agung dan Kepolisian," tuturnya.


Baca Juga : Pimpinan KPK Temui Menko Polhukam Mahfud MD

Lebih khusus lagi, sambung Firli, dalam rangka upaya pencegahan tindak pidana korupsi di Polhukam itu ada Sekretariat Saber Pungli, sebagaimana diatur Perpres Nomor 87 Tahun 2016.

"Sehingga nanti segala upaya kita baik pencegahan maupun penindakan akan mengarah kepada negara Indonesia bebas dari korupsi," kata Firli.


Baca Juga :  Mahfud MD "Dihadiahi" Kalimat Puitis oleh Pimpinan KPK soal Pemberantasan Korupsi

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini