Mantan Direktur Operasi Waskita Karya Dipanggil KPK Terkait Korupsi Kampus IPDN

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 07 Januari 2020 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 337 2150117 mantan-direktur-operasi-waskita-karya-dipanggil-kpk-terkait-korupsi-kampus-ipdn-gdfLpiVUdr.jpg Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan dan pelaksanaan pembangunan gedung Kampus IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2011. Pengusutan itu ditandai dengan pemeriksaan saksi, hari ini.

Penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Operasi PT Waskita Karya, Adi Wibowo. Ia akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Dudi Jocom (DJ). Adi Wibowo sendiri juga tersangka dalam kasus ini.

"Adi Wibowo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ," kata Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (7/1/2020).

Ilustrasi

Sejauh ini, KPK baru menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemendagri, Dudy Jocom dan Kepala Divisi I PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Adi Wibowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung IPDN di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2011.

Dudy Jocom juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung IPDN Sulawesi Utara tahun anggaran 2011. Dalam pembangunan gedung IPDN di Sulut, Dudi ditetapkan bersama-sama Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Dono Purwoko.

Baca Juga : Polisi Periksa Karyawan Minimarket & Pemilik Gedung yang Roboh di Slipi

Baca Juga : Sempat Mangkir, Eks Sekretaris MA Nurhadi Kembali Dipanggil KPK

Awalnya, Dudi menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan bahwa akan ada proyek IPDN di Sulawesi, pada tahun 2011. Namun, sebelum lelang dilakukan, diduga telah telah disepakati pembagian kerja untuk PT Waskita Karya dan PT Adhi Karya.

Waskita Karya kebagian untuk menggarap proyek di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Sedangkan Adhi Karya, menggarap proyek di Sulawesi Utara. Atas perbuatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp11,18 Miliar di proyek pembangunan gedung IPDN Sulawesi Selatan dan Rp9,378 miliar di proyek Sulawesi Utara.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini