nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Bisa Gunakan Strategi "Total Football" Atasi China di Natuna

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 07 Januari 2020 08:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 07 337 2150037 indonesia-bisa-gunakan-strategi-total-football-atasi-china-di-natuna-imsKqc2z1p.JPG Apel pasukan TNI (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)

JAKARTA - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DRR RI, Mardani Ali Sera mengapresiasi sikap Pemerintah Republik Indonesia (RI) terkait konflik kedaulatan wilayah Indonesia di Laut Natuna, Kepulauan Riau dengan China.

Mardani berpandangan bahwa permasalahan kedaulatan konflik antara Indonesia-China di wilayah Natuna merupakan hal serius.

“Pertama-tama saya mengapresiasi pejabat pemerintah melalui Menlu yang sudah menyatakan nota protes kepada Pemerintah Tiongkok karena insiden kapal nelayan yang dikawal cost guard-nya di Natuna,” kata Mardani dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, di Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Mengingat, kata dia, bahwa lautan Natuna adalah wilayah kedaulatan Indonesia sesuai ketetapan United Convention for The Law of Sea (UNCLOS) PBB (1982).

Kapal TNI AL

“Lautan Natuna merupakan bagian dari NKRI, dan tidak akan pernah bisa di aneksasi Tiongkok. Pemerintah Indonesia tidak perlu takut gangguan macam ini,” ujar Mardani.

Selanjutnya, ia juga minta pemerintah tidak hanya menggunakan jalan diplomasi bila negeri Tirai Bambu itu tetap bersikeras menolak layangan nota protes dari Indonesia. Indonesia kata dia, bisa menggunakan cara lain yang lebih tegas untuk mengatasi China.

"Segala cara harus digunakan untuk mempertahankan kedaulatan wilayah nasional. Bisa gunakan cara total football bila jalur diplomasi tidak mempan juga,” paparnya.

TNI di Natuna

Lebih lanjut, Mardani minta pemerintah Indonesia juga memperkuat keamanan di berbagai wilayah laut yang berpotensi konflik termasuk di wilayah Natuna agar tidak terjadi gangguan ancaman serupa dari negara lain.

“Tujuannya untuk memperkuat keamanan militer, pemerintah pertama bisa menggunakan deterrence, selanjutnya menggunakan defence, kemudian menggunakan compellence. Terakhir bisa menggunakan aliansi dan balance of power,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard memasuki perairan Natuna untuk melaut secara ilegal. China ngotot tidak mengakui ZEE Indonesia di wilayah tersebut.

Pemerintah telah menebalkan pasukan di Laut Natuna. Selain itu, pemerintah juga akan mengirimkan ratusan nelayan di sana guna menunjukkan bahwa negara hadir menjaga kedaulatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini