Menko Polhukam Bersama Kompolnas Bahas Penambahan 5 Polres di Papua

Fahreza Rizky, Okezone · Senin 06 Januari 2020 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 06 337 2149853 menko-polhukam-bersama-kompolnas-bahas-penambahan-5-polres-di-papua-UxLRt2K6LB.jpg ilustrasi

JAKARTA - Jajaran anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Mereka membincangkan sejumlah hal, di antaranya pembentukan lima kepolisian resort (Polres) di Papua, pengembangan Direktorat Polisi Air (Ditpolair), hingga dorongan penambahan anggaran penyidikan di Polri.

Anggota Kompolnas Yotje Mende (Foto : Okezone.com/Fahreza)

Anggota Kompolnas, Irjen (Purn) Yotje Mende mengatakan, saat ini Polri telah membentuk lima Polres di Papua. Tetapi, pembentukan Polres tersebut belum disertai dengan pembangunan komando atau markas yang memadai.

Persoalan lainnya mengenai penempatan personel di lima Polres itu, di mana satu Polres paling tidak membutuhkan 200 personel. Dengan demikian, Polri memiliki tugas mencukupi kebutuhan hal tersebut.

"Minimal satu Polres permintaan Polda Papua adalah 200 personel. Jadi Polri harus mencukupi paling tidak mendorong anggota ke wilayah Polres baru ini," kata Yotje di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Di sisi lain, Kompolnas menyoroti kurangnya pengembangan Ditpolair. Karena itu, Kompolnas berharap pemerintah bisa mencukupi kebutuhan kapal yang memadai bagi Ditpolair untuk berpatroli di lautan Indonesia.

"Kami dari Polri dan Kompolnas mendorong ini. Bahwa Polri untuk bisa didukung dengan kapal yang memadai," tukasnya.

Mantan Kapolda Papua itu menambahkan, dalam pertemuan tersebut, Kompolnas melapor ke Mahfud bahwa pihaknya menerima 2.059 pengaduan masyarakat selama 2019. Kompolnas juga telah mendorong Polri agar menangani kasus secara profesional.

Baca Juga : Gedung di Slipi yang Roboh Tak Miliki IMB dan Izin Usaha

Baca Juga : 6.111 Korban Banjir Banten Terserang Penyakit, Didominasi Gangguan Kulit dan Ispa

Kompolnas juga mendorong agar Polri memiliki anggaran khusus untuk penyelidikan-penyidikan. Pasalnya, ia melihat lembaga KPK memiliki anggaran tersendiri untuk itu. Karenanya, Kompolnas mendorong agar ada tambahan anggaran untuk Polri.

"Kita berharap seperti itu. Jadi penambahan anggaran di bidang penyidikan," jelas Yotje.

Kompolnas menyadari hingga kini kinerja pengawas internal Polri masih kurang. Karena itu, pihaknya mendorong Korps Bhayangkara untuk memacu lagi kerja pengawasan bagi anggotanya sendiri.

"Kita sadari masih ada kekurangan dalam penegakkan internal, tapi kita tetap memacu memang hukum harus ditegakkan," pungkas Yotje.

Pertemuan Kompolnas dengan Mahfud MD digelar secara tertutup. Perwakilan Kompolnas yang mengikuti pertemuan yakni Irjen Pol (Purn) Yotje Mende, Poengky Indarti, dan Brigjen Pol Yehu Wangsajaya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini