Romahurmuziy Jalani Sidang Tuntutan Kasus Jual-Beli Jabatan di Kemenag

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 06 Januari 2020 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 06 337 2149679 romahurmuziy-jalani-sidang-tuntutan-kasus-jual-beli-jabatan-di-kemenag-qImKQhJWL8.jpg Romahurmuziy. (Foto: Dok Okezone/Arie Dwi Satrio)

Romi mengklaim dirinya sempat menolak pemberian uang dari Haris. Namun, kata Romi, Haris memaksa agar dirinya menerima uang itu. Romi pun akhirnya menerima uang itu sebab Haris didukung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan tokoh NU di Jatim Kiai Asep.

"Haris bilang, kalau jenengan enggak mau, apa yang saya bilang ke Pak Asep. Sebagai pimpinan parpol, harus membesarkan parpol, di belakang Haris ada nama Khofifah, ada Kiai Asep. Dua-duanya tokoh sentral dan saya sangat perlukan untuk parpol," ucapnya.

Baca juga: Khofifah Bongkar Titipan Pesan Tokoh NU di Jatim untuk Romahurmuziy 

Romi mengaku telah mengembalikan uang tersebut ke Haris. Uang itu dikembalikan Romi melalui Sekretaris DPW PPP Jatim Norman Zein Nahdi. Uang tersebut diserahkan Romi ke Norman saat perayaan ulang tahun PPP di Ancol, Jakarta Utara.

"Tas yang sama, bundel yang sama, saya berikan kepada dia (Norman), untuk satu pesan, segera kembalikan ke Haris dan pastikan tidak menyinggung perasaan dia (Haris)," ucap Romi.

Baca juga: Lukman Hakim Berkilah soal Kecocokan dengan Haris Hasanuddin 

Dalam perkara ini, Romahurmuziy didakwa menerima suap dari mantan kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin; dan mantan kepala Kantor Kemenag Gresik, M Muafaq Wirahadi. Jaksa KPK menyebut perbuatan itu dilakukan Romi bersama-sama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini