nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Romahurmuziy Jalani Sidang Tuntutan Kasus Jual-Beli Jabatan di Kemenag

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 06 Januari 2020 10:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 06 337 2149679 romahurmuziy-jalani-sidang-tuntutan-kasus-jual-beli-jabatan-di-kemenag-qImKQhJWL8.jpg Romahurmuziy. (Foto: Dok Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini menggelar sidang kasus dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang menyeret mantan ketua umum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy alias Romi. Ia bakal menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Tim Jaksa Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melayangkan tuntutan terhadap Romi sesuai fakta dan kesimpulan pemeriksaan saksi serta bukti-bukti yang dihadirkan selama proses persidangan.

Baca juga: Romahurmuziy Akui Terima Uang Rp250 Juta dari Haris Hasanuddin 

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengamini agenda sidang tuntutan terhadap Romi pada hari ini. "Romahurmuziy agenda sidang tuntutan," jelas dia dalam keterangannya, Senin (6/1/2020).

Sementara kuasa hukum Romi, Maqdir Ismail, berharap kliennya dapat dituntut bebas. "Tentu harapannya dapat dituntut bebas," katanya saat dikonfirmasi terpisah.

Sebelumnya Romi sempat mengakui pernah menerima uang dari mantan kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, Haris Hasanuddin. Ia menerima uang dari Haris sebesar Rp250 juta.

"Saya hitung Rp250 juta, tanpa menghitung detail ya, artinya hanya bundelan saja, ada 25 bundel. Apakah semuanya Rp10 juta semua, saya tidak menghitung," kata Romi saat menjalani sidang pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu 18 Desember 2019.

Baca juga: KPK Akan Umumkan Tersangka Baru Kasus Korupsi di MA dan Kemenag 

Haris Hasanuddin menyerahkan uang tersebut di kediaman Romi di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu 6 Februari 2019. Romi membeberkan, uang itu diberikan Haris usai membahas acara yang akan digelar oleh Kemenag Jatim. Haris berencana mengundang Romi dalam acara tersebut.

Kemudian, kata Romi, Haris memang sempat membicarakan soal pencalonannya sebagai kepala Kanwil Kemenag Jatim saat itu. Haris, lanjut Romi, juga cerita soal ada orang yang mengganggu dirinya maju mencalonkan diri sebagai kakanwil Kemenag Jatim.

"Dia, Haris, menyampaikan bahwa ada orangnya Sekjen (Kemenag) yang masih merecokinya. Saya waktu itu (bilang), diikuti saja Pak Haris. Saya menenangkan Haris," ujar Romi.

Romi mengklaim dirinya sempat menolak pemberian uang dari Haris. Namun, kata Romi, Haris memaksa agar dirinya menerima uang itu. Romi pun akhirnya menerima uang itu sebab Haris didukung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan tokoh NU di Jatim Kiai Asep.

"Haris bilang, kalau jenengan enggak mau, apa yang saya bilang ke Pak Asep. Sebagai pimpinan parpol, harus membesarkan parpol, di belakang Haris ada nama Khofifah, ada Kiai Asep. Dua-duanya tokoh sentral dan saya sangat perlukan untuk parpol," ucapnya.

Baca juga: Khofifah Bongkar Titipan Pesan Tokoh NU di Jatim untuk Romahurmuziy 

Romi mengaku telah mengembalikan uang tersebut ke Haris. Uang itu dikembalikan Romi melalui Sekretaris DPW PPP Jatim Norman Zein Nahdi. Uang tersebut diserahkan Romi ke Norman saat perayaan ulang tahun PPP di Ancol, Jakarta Utara.

"Tas yang sama, bundel yang sama, saya berikan kepada dia (Norman), untuk satu pesan, segera kembalikan ke Haris dan pastikan tidak menyinggung perasaan dia (Haris)," ucap Romi.

Baca juga: Lukman Hakim Berkilah soal Kecocokan dengan Haris Hasanuddin 

Dalam perkara ini, Romahurmuziy didakwa menerima suap dari mantan kepala Kanwil Kemenag Jatim, Haris Hasanuddin; dan mantan kepala Kantor Kemenag Gresik, M Muafaq Wirahadi. Jaksa KPK menyebut perbuatan itu dilakukan Romi bersama-sama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini