nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TNI Apel Pasukan Siaga Pengamanan Laut Natuna dari Ancaman Asing

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 12:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 04 337 2149201 tni-apel-pasukan-siaga-pengamanan-laut-natuna-dari-ancaman-asing-DHhtY9r5Il.jpg Laksamana Madya Pangkogabwilhan I Yudo Mardono (Foto: TNI)

JAKARTA - TNI siaga untuk mengantisipasi pelanggaran yang dilakukan kapal asing di wilayah zona ekonomi eksklusif Indonesia. Apel pasukan pun digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan laut Natuna.

Apel pasukan dalam pengamanan laut Natuna di Paslabuh, Selat Lampa, Ranai, Natuna digelar Jumat 3 Januari 2020 dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono.

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman menuturkan, ada 600 personel pasukan, terdiri dari 1 Kompi TNI AD Batalyon Komposit 1 Gardapati, 1 Kompi Gabungan TNI AL terdiri dari personel Lanal Ranai, unsur KRI Teuku Umar 385 dan KRI Tjiptadi 381, Satgas Komposit Marinir Setengar, serta 1 Kompi TNI AU (Lanud Raden Sadjad dan Satrad 212 Natuna).

Baca Juga:  Terkait Klaim China, Bupati Natuna Dukung Penuh TNI dan Menhan Prabowo

Dalam pengarahannya kepada prajurit, Pangkogabwilhan I menegaskan pelanggaran wilayah yang dilakukan oleh kapal pemerintah asing di wilayah zona ekonomi eksklusif Indonesia, berupa penangkapan ikan secara ilegal yang dikawal oleh kapal Coast Guard asing merupakan ancaman pelanggaran wilayah pemerintah Indonesia.

"Untuk itu, TNI wajib melakukan penindakan hukum terhadap pelanggar asing yang telah memasuki wilayah dan kegiatan ilegal berupa penangkapan ikan tanpa izin dari pemerintah Indonesia," demikian siaran pers yang disampaikan Kolonel Sus Taibur Rahman, Sabtu (4/1/2020).

Pangkogabwilhan I apel pasukan di Kepulauan Natuna Foto Ist

Mulai 1 Januari 2020, telah didelegasikan tugas dan wewenang kepada Pangkogabwilhan I untuk menggelar operasi menjaga wilayah kedaulatan Indonesia dari pelanggar negara asing. Operasi ini dilaksanakan oleh TNI dari unsur laut, udara dan darat.

Di akhir pengarahannya, Kolonel Sus Taibur Rahman, Pangkogabwilhan I memberikan beberapa perhatian kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas, khususnya pengawak KRI dan pesawat udara. Pertama, agar memahami aturan-aturan yang berlaku baik hukum laut internasional maupun hukum nasional di wilayah laut Indonesia.

Baca Juga: Ketua DPR Siap Tindak Lanjuti Segala Keterbatasan Masyarakat Perbatasan di Natuna 

Kedua, melaksanakan penindakan secara terukur dan profesional, sehingga tidak mengganggu hubungan negara tetangga yang sudah terjalin dengan baik. Ketiga, gunakan Role of Engagement (RoE) yang sudah dipakai dalam operasi sehari-hari.

Di akhir pengarahannya Pangkogabwilhan menekankan kepada prajurit TNI yang bertugas agar tidak terprovokasi dan terpancing dari unsur-unsur kapal asing yang selalu melakukan provokasi apabila ada kehadiran KRI.

Kehadiran Kapal Perang Indonesia adalah representasi negara, sehingga mereka harusnya paham ketika negara mengeluarkan Kapal perangnya bahwa negara pun sudah hadir di situ.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini