nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peninggalan Belanda, Stasiun Semarang Tawang Bersolek Jadi Lebih Milenial

Taufik Budi, iNews.id · Sabtu 04 Januari 2020 13:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 04 337 2149183 peninggalan-belanda-stasiun-semarang-tawang-bersolek-jadi-lebih-milenial-GCjsMbQy2C.jpg Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah (foto: iNews/Taufik Budi)

SEMARANG – Stasiun Semarang Tawang tak hanya menawan setelah dipugar, namun juga dilengkapi beragam fasilitas yang memanjakan konsumen. Ke depan, stasiun kereta api bukan sekadar untuk naik turun penumpang dan barang tetapi juga disediakan penginapan hingga gedung film.

“Ke depannya stasiun itu seperti akan dijadikan lifestyle. Jadi bisa untuk sarana nongkrong, apalagi sekarang sudah zamannya milenial sudah generasi Z yang begitu cepat perkembangannya anak-anak sekarang kita mencoba untuk melihat potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan di stasiun,” kata Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro, Jumat 3 Januari 2020.

Infografis Stasiun Bersejarah (foto: Okezone) 

Saat ini moda transportasi kereta api menjadi pilihan banyak warga karena dinilai nyaman dan tepat waktu sesuai jadwal. Tak heran setiap momen Lebaran Idul Fitri maupun Natal dan tahun baru, banyak warga yang berburu tiket kereta api.

“Pada evaluasi hari ke-15 (Posko Liburan Natal dan Tahun Baru 2020) kemarin itu sempat terbersit oleh Dewan Komisaris kami bahwa di stasiun ada semacam penginapan yang lebih kecil dari homestay semacam kapsul,” terangnya.

“Rencananya akan seperti itu (penginapan). Soalnya kadang penumpang itu yang turun dari kelas eksekutif masih terlalu malam misalnya pukul 02.00, atau sebelum Subuh. Untuk beranjak pulang apalagi jauh luar kota, tentu saja akan agak malas langsung keluar dari stasiun,” tambah dia.

“Kalau ada semacam kapsul yang bisa untuk short time 1 jam atau 2 jam itu enggak masalah, dan itu sudah dipraktikkan di Stasiun Gambir. Di situ bisa mandi air panas, rebahan sebentar, mungkin kalau butuh mengerjakan pekerjaan sesuatu ada fasilitas meja, sembari menunggu waktu siang untuk pulang,” jelasnya.

Stasiun Semarang Tawang (foto: iNews/Taufik Budi) 

Bukan hanya membuat penginapan bagi penumpang, tak menutup kemungkinan juga dibangun pusat kuliner hingga gedung pertunjukan. Di antaranya berupa panggung pertunjukan untuk pentas seni dan budaya seperti tari-tarian.

“Justru kalau pemikiran saya ini lama-lama stasiun itu ada movies. Stasiun itu tempat berkumpulnya semua lapisan masyarakat. Jam kereta itu sekarang bisa diprediksi tepat. Kalau sudah datang 3 jam sebelumnya (pemberangkatan kereta), movie main ya nonton dulu. Dua jam selesai, keluar langsung naik kereta,” ujarnya penuh semangat.

“Dalam masa angkutan Natal dan tahun baru ini jumlah penumpang juga lebih dari kebiasaan. Sebagai daya tarik kita laksanakan tari-tarian untuk menghibur penumpang. Menurut survei kami, banyak penumpang baru atau baru naik kereta api pertama kali, makanya sebagai daya tarik seperti itu ada hiburan tarian,” jelasnya lagi.

Lokasi Stasiun Tawang yang berdekatan dengan kawasan Kota Lama menjadikan banyak pengunjung berdatangan. Mereka bukan hanya penumpang kereta api tetapi juga wisatawan yang ingin berfoto. Apalagi, di depan stasiun terdapat kolam raksasa atau polder serta monumen lokomotif D301 59 yang dihiasi dengan lampu berwarna-warni dan air mancur menari (dancing fountain) di sekelilingnya.

“Negara kita terus mengembangkan unsur kepariwisataan. Bahkan Stasiun Tawang maupun Lawang Sewu itu harapannya juga akan dihadiri oleh turis-turis mancanegara. Itu ada datanya cuma saya tidak punya. Karena Lawang Sewu sekarang sudah terpisah manajemen dari Daop 4 Semarang,” terangnya.

Stasiun Semarang Tawang (foto: iNews/Taufik Budi)	 

Menurutnya, pengembangan Stasiun Tawang terus akan dilakukan dengan memanfaatkan sisa lahan di bagian timur. Sebab, bangunan gedung yang ada saat ini sudah digunakan untuk berbagai sarana mulai ruang tunggu hingga pusat kuliner.

“Sekarang gedung-gedung yang ada di stasiun sudah terisi semua, petak bangunan sudah dipakai. Otomatis akan membangun bangunan baru yang merupakan bangunan zaman sekarang. Nanti perkembangan ke timur yang masih memungkinkan, karena agak longgar, tapi sekarang kondisinya masih berupa rawa-rawa,” tutur dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini