nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejarah Stasiun Depok, Mulanya Dibangun Agar Masyarakat Tak Terisolasi

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Sabtu 04 Januari 2020 10:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 03 337 2149059 sejarah-stasiun-depok-mulanya-dibangun-agar-masyarakat-tak-terisolasi-S1IVIqsrdm.jpg Stasiun Depok Lama (Foto: Okezone/Wahyu)

DEPOK - Kota Depok merupakan sebuah kotamadya yang baru dibentuk setelah lepas dari Kabupaten Bogor, pada 20 April 1999. Sebelumnya kota yang berjuluk belimbing ini menyandang status Kota Administratif pada tahun 1982. Pada masa penjajahan Belanda, khususnya dimasa VOC, seorang saudagar asal Belanda yang bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok untuk merintis pertanian.

Kala itu ia kemudian mendatangkan budak dari luar Jawa seperti Kalimantan, Sulawesi, Timor dan Maluku. Karena sifatnya yang anti-budak, lalu para budak ini diangkat menjadi penggarap tanah pertaniannya dan dianggap keluarga Cornelis dan dikabarkan sang tuan tanah wafat 28 Juni 1714. Akan tetapi pada masa itu pengiriman hasil pertanian memiliki kendala lantaran sulitnya transportasi.

Namun seiring perkembangan zaman, transportasi semakin maju tak hanya untuk mengangkut hasil pertanian, tapi alat transportrasi juga diperlukan manusia untuk berpindah tempat guna berinteraksi dengan manusia lain, sehingga bisa timbul peradaban baru.

Lipsus Stasiun Bersejarah

Kebetulan pada masa itu, pemerintah kolonial Belanda menunjuk seorang letnan 1 bernama David Maarschalk, dia dipercaya membangun perlintasan kereta sepanjang 58.508 meter sebagai penghubung Batavia (Jakarta) dengan Buitenzorg (Bogor).

Dalam masa pengerjaan perlintasan kereta, sebuah momentum penting datang dan langsung dimanfaatkan oleh gementee (pemerintah) Depok membentuk kerja sama dengan de Nederlansche Indie Staatspoorwegen Maatschappij (NIMS) atau Lembaga Perkereta apian Hindia Belanda. Kesepakatanya setiap kereta yang melintas harus berhenti di Stasiun Depok.

"Poin penting dari kesepatan tersebut adalah, setiap kereta yang melintas harus berhenti di Stasiun Depok, waktu itu lebih mirip halte kereta. Kesepakatan ini dibuat oleh pemerintah Depok demi membangun interaksi Depok dengan dunia luar, karena Depok termasuk daerah terpencil yang terisolasi dari dunia luar," kata sejarawan Yano Jonathans sekaligus penulis buku Depok Tempo Doeloe.

Stasiun Depok

Stasiun Depok sekarang dikenal dengan stasiun Depok Lama atau (Stadela) pada masa itu, dibangun diatas tanah liar dan dikelilingi area persawahan warga. Pada tahun 1873 ketika dibuka fungsinya hanya sebagai halte Depok, lalu ditahun 1881 berubah menjadi stasiun Depok.

"Setelah memulai pembangunan rel pada 1869, akhirnya perlitasan kereta Jakarta-Bogor dibuka untuk umum sekaligus dioprasikanya Kereta Batavia-Buitenzorg pada 31 Januari 1873," jelasnya.

Sementara itu, Stasiun Bogor yang terletak di Kota Bogor dibangun pada tahun 1881 seiring dengan selesainya dibangun lintas Batavia–Buitenzorg sepanjang 59 Km pada tahun 1880. Sedangkan Stasiun Beos (Stasiun Kota) di Batavia dibangun pada tahun 1870.

Pertama kali perlintasan dibuka, kereta tenaga uap menjadi primadona masyarakat namun sampai di tahun 1921 kereta api jenis baru bertenaga listrik buatan Jerman, bernama Ringbaan beroprasi. Sebab pembangkit listrik tenaga air rampung dibangun, dari situlah sumber tenaga listrik penggerak kereta berasal.

"Pada 1 Mei 1930, kereta api listrik Jakarta-Bogor resmi beroperasi, beberapa bangunan peninggalan pembangkit listrik ini masih bisa dilihat sekarang. Salah satunya, gardu sentral dekat Stasiun Depok dan gardu Kedung Badak dekat Bogor. Memasuki tahun 1960-an, giliran kereta diesel yang melintasi stasiun berjalur tunggal ini," tutur Yano.

Stasiun Depok terletak di Jalan Stasiun, Pancoran Mas, Pancoran Mas, Depok. Stasiun ini berada di Daerah Operasi 1 Jakarta. Stasiun ini kadang-kadang juga disebut sebagai Depok Lama, dan merupakan salah satu stasiun tertua di wilayah Jabodetabek. Ke arah selatan dari Stasiun Depok terdapat sebuah dipo KRL, yang merupakan terbesar di Asia Tenggara. Stasiun ini memiliki 4 jalur untuk mempercepat perjalanan KRL Commuter Line & Ekonomi dari Bogor dan untuk tempat pemberhentian kereta tujuan Depok.

Stasiun Depok

Tidak hanya untuk menunggu kereta api saja. Di area Stasiun Depok Lama juga terdapat dua sekolah yaitu SDN 2 Depok dan SDN 4 Depok. Selain itu terdapat gereja, yaitu gereja Kristen Pasundan Jemaat Depok. Letak gereja diampit kedua sekolah tersebut. Ternyata hal ini juga menjadi menarik yang ada di Stasiun Depok Lama.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa mengatakan sejak pertama dibangun sudah kerap kali mengalami perbaikan.

"Sekarang stasiun Depok Lama sedang dibangun terowongan untuk masyarakat yang tinggal diseberang stasiun. Sebelum ada terowongan, masyarakat yang tinggal diseberang stasiun selalu nyebrang melintasi rel kereta api. Maka dari itu untuk mengurangi angka kecelakaan dibuatlah terowongan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini