Stasiun Jakarta Kota, Peninggalan Berharga Belanda untuk Batavia

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 04 Januari 2020 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 03 337 2149051 stasiun-jakarta-kota-peninggalan-berharga-belanda-untuk-batavia-WPE85IzpYS.jpg Stasiun Jakarta Kota (Okezone)

JAKARTA - 8 Oktober 1929 lalu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Andries Cornelies Dirk de Graeff meresmikan sebuah stasiun yang sangat istimewa. Stasiun itu terletak di Batavia, yang kini dikenal sebagai Stasiun Jakarta Kota.

Jauh di tahun 1880-an stasiun ini dikenal dengan sebutan Batavia En Omstreken atau (Beos) yang artinya sendiri Batavia dan sekitarnya. Versi lain ada pula yang menyebut bahwa "Beos" mengacu dari kata Batavia BOS yakni Bataviasche Oosterspoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur).

Stasiun ini merupakan karya besar dari Frans Ghijsels dari biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA) yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yang berarti perpaduan antara struktur dan teknik moderen barat dipadu dengan bentuk tradisional dengan balutan art deco. Yang mana arsitektur paling umum diawal abad ke-20.

Lipsus Stasiun Bersejarah

Jika diperhatikan denah stasiun ini berbentuk huruf T. Dimana pintu-pintu terletak disisi kepala huruf T tersebut. Dengan bentuk lebar dan berfasade rendah berbentuk busur. Tak hanya itu atap gedung juga dibentuk seperti busur sehingga mengesankan kemegahan stasiun.

Adapun dari segi bangunan dalam stasiun ini terdapat dua lantai. Dimana lantai dua stasiun diperuntukan untuk kantor dan lantai bawah tanah tempat perbelanjaan, gerai makanan dan minuman serta pos penjagaan.

Meski masih menjaga keasliannya. Ternyata stasiun ini sudah pernah dilakukan pemugaran alias renovasi. Hal itu untuk memasrikan agar bangunan tetap terjaga dengan baik. Tapi keaslian bangunannya tetap dipertahankan. Termasuk jam tua. “Secara keseluruhan asli," kata Sugi Hartanto, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Stasiun Jakarta Kota.

Peran Stasiun Jakarta Kota Era Kolonial

Batavia memiliki peranan yang sangat penting bagi pemerintahan Hindia Belanda sebagai penggerak ekonomi mereka. Pergerakan tersebut tentunya harus didukung dengan infrastruktur salah satunya adalah Stasiun Jakarta Kota.

Dulu di zaman kolonial stasiun ini tidak hanya satu melainkan ada dua. Yaitu Batavia NIS (Batavia Noord) atau Batavia Utara dan Batavia Zuid (Batavia Selatan). Khusus untuk Batavia Zuid dikelola oleh perusahaan swasta bernama Bataviasche Oosterspoorweg Maatschapij. Karena itu pula satsiun ini sering disebut "Beos".

Stasiun jakarta Kota (Okezone)

Perusahaan ini melayani dari rute Batavia ke Karawang sebelum akhirnya diambil alih oleh perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatspoorwegen (SS). Stasiun ini kemudian sempat dilakukan perluasan pada 1926 sehingga harus ditutup sehingga dialihkan ke Stasiun Batavia Noord.

Alhasil, pada 8 Oktober 1929 Gubernur Jenderal Hindia Belanda Andries Cornelies Dirk de Graeff membuka stasiun baru.

Meski demikian, menurut pemerhati sejarah Adhitya Hatmawan, Stasiun Jakarta Kota bukan yang tertua. “Kalau cerita soal sejarah kereta di Jakarta itu sebenarnya yang pertama itu bukan Stasiun Beos, tapi Stasiun Batavia dengan operatornya NIS pada 1869. Jalurnya menghubungkan Batavia dengan Bogor,” tuturnya kepada Okezone.

Stasiun Jakarta Kota Sekarang

Stasiun Jakarta Kota ditetapkan sebagai cagar budaya yang berarti warisan budaya yang perlu dirawat dan dilestarikan. Melalui keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993 kemudian diputuskan sebagai cagar budaya.

Stasiun jakarta Kota (Okezone)

Stasiun ini kini dibawah wewenang Daerah Oprasional 1 (DAOP) Jakarta. Dulu atau sekitar tahu 2013 stasiun ini melayani semua kereta api jarak jauh dan menengah setelah kemudian direlokasi ke Stasiun Pasar Senen. Selain itu, perjalanan kereta api lokal DAOP 1 bagian timur dipindahkan ke Stasiun Tanjung Priok.

Saat ini Stasiun Jakarta Kota memiliki 12 jalur rel kereta api yang hanya melayani KRL Commuter Line lintas Jabodetabek.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini