nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bendung Katulampa, Beton Peringatan Dini Banjir Tinggalan Belanda

Rizka Diputra, Jurnalis · Jum'at 03 Januari 2020 08:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 03 337 2148765 bendung-katulampa-beton-pengingat-banjir-peninggalan-belanda-7L3lYs3yAb.JPG Bendung Katulampa, beton peninggalan pemerintah kolonial Belanda sebagai pengirim sinyal banjir ke Jakarta (Foto: Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)

Pentingnya keberadaan bendung ini dapat dilihat dari siapa yang meresmikannya. Tak tanggung-tanggung, Gubernur Jenderal Alexander Willem Frederik Idenburg bersama para pejabat penting masa itu.

Antara lain Kepala Insinyur Negara Roos, Ir. Van Dissel, Ir. Hendrik van Breen, pengawas Leuwiliang dan Bogor, anggota dewan Ebbink, administrator D. Veenstra (Ciluar), Mulder (Kedung Halang), Valette (Pondok Gede), Sol (Ciomas), Residen Batavia, Asisten Residen (setingkat wedana) Bogor, dan para patih Bogor, Batavia dan Meester Cornelis (sekarang Jatinegara).

Peresmian bendungan dimeriahkan dengan gamelan dan tari-tarian, serta upacara selamatan dengan kepala kerbau.

Meski Bendungan Katulampa mulai beroperasi pada 1912, pembangunannya sudah dipikirkan sejak 1889. Sejak banjir besar melanda Jakarta pada 1872.

Banjir saat itu dikabarkan membuat daerah elit Harmoni ikut terendam air luapan Sungai Ciliwung. Dari Katulampa, sebagian air Ciliwung dialirkan lewat pintu air ke Kali Baru Timur, saluran irigasi yang dibangun pada waktu yang sama.

Bendung Katulampa

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini