Buni Yani Resmi Bebas

CDB Yudistira, Okezone · Kamis 02 Januari 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 02 337 2148615 buni-yani-resmi-bebas-co0PalpctX.jpg Buni Yani (Okezone)

BANDUNG - Terpidana kasus Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani resmi bebas hari ini. Buni Yani keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/1/2020) pagi.

"Hari ini narapidana Buni Yani dibebaskan dari Lapas Kelas III Gunung Sindur setelah menerima surat keputusan cuti bersyarat," ujar Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jawa Barat, Abdul Aris di Jalan Jakarta, Kota Bandung.

Baca juga: Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Penjara karena Edit Video Ahok

Aris menuturkan Buni Yani telah menjalani massa hukumannya selama satu tahun enam bulan penjara terhitung sejak November 2018.Buni Yani

Buni Yani salam 2 jari (Okezone)

"Lewat cuti bersyarat, dia menjalani 11 bulan masa pidana setelah dapat potongan masa pidana lewat program cuti bersyarat. Dia juga mendapat remisi satu bulan," kata Aris.

Sebelumnya Buni Yani yang juga mantan dosen ilmu komunikasi divonis satu tahun enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Penadilan Negeri Bandung atas kasus mengedit video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Baca juga: Perjalanan Kasus Buni Yani hingga Dihukum 1,5 Tahun Penjara

Dalam sidang putusan di Gedung Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, pada Selasa 14 November 2017, Ketua Majelis Hakim M Sapto menyatakan, Buni Yani terbukti bersalah melakukan tindak pidana penyebaran ujaran kebencian bernuansa SARA dan melanggar Pasal 32 Ayat 1 Juncto Pasal 48 Ayat 1 UU ITE.

Buni Yani pernah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung, namun ditolak. Kasasi diajukan ke Mahkamah Agung juga tak dikabulkan. Dia tetap dihukum satu tahun enam bulan penjara.

Buni Yani dihukum karena mengubah dan menyebarkan video pidato Ahok di Facebook. Ahok yang saat itu Gubernur DKI Jakarta berpidato di hadapan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu dan menyinggung Surah Al Maidah Ayat 51.

Ucapan Ahok soal Al Maidah itu kemudian menuai protes umat Islam. Muncullah demo berjilid-jilid dengan massa yang besar di Jakarta pada menjelang Pilkada DKI Jakarta 2017.

Massa menuntut Ahok yang saat itu sebagai petahana dipenjara karena dianggap melecehkan Islam. Pada 9 Mei 2017, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemudian menghukum Ahok dua tahun penjara, karena dinyatakan menistakan agama. Ahok langsung dieksekusi dan kini sudah bebas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini