nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Golkar Berharap 2020 Tidak Ada Lagi Pertentangan Antar Anak Bangsa

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 01 Januari 2020 06:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 01 337 2148019 golkar-berharap-2020-tidak-ada-lagi-pertentangan-antar-anak-bangsa-D5l30OYrfM.jpg Ketua DPP Partai Golkar, Ace (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily berharap peristiwa-peristiwa pertentangan yang tidak produktif antar anak bangsa tidak terjadi kembali di 2020. Sebab, kata Ace, masih banyak PR atau Pekerjaan Rumah yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia.

"Menghadapi tahun 2020, tentu kita berharap tak lagi pertentangan yang tidak produktif untuk bangsa ini. Kita masih menghadapi pekerjaan rumah yang banyak, terutama menjaga stabilitas ekonomi dari terpaaan ekonomi global yang cenderung melambat," ujar Ace kepada Okezone, Rabu (1/1/2020)

Menurut Ace, 2019 merupakan tahun terberat bagi perpolitikan di Indonesia menyusul adanya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak. Ia bersyukur salah satu proses demokrasi tersebut berhasil berjalan dengan baik walaupun ada sedikit pertentangan antar beberapa golongan.

 Baca juga: Panglima TNI Ingin Aparat Bekerja Secara Humanis Amankan Malam Tahun Baru

Salah satu isu yang cukup menyedot perhatian publik di 2019 yakni adanya aksi demonstrasi 21 - 22 Mei yang berujung pada kerusuhan. Namun, kata Ace, isu itu tidak berkembang terlalu lama dan semua dapat kembali bersatu menerima hasil keputusan Pemilu 2019.

"Alhamdulillah, kita telah melewati tahun politik 2019 dengan baik walaupun ada beberapa peristiwa yang mencederai demokrasi kita antara lain Pilpres yang sangat keras terpolarisasi dengan berbagai isu dan kerusuhan 21 - 22 Mei 2019. Akhirnya semua menerima hasil Pilpres dan Pemilu 2019. Bahkan yang Pilpres berseterupun akhirnya menyatu dalam satu perahu," ujarnya.

Kedepan, Golkar berharap semua rakyat Indonesia dapat bersatu, saling bahu-membahu untuk menjaga stabilitas politik dan memajukan iklim ekonomi yang kondusif untuk bangsa Indonesia.

"Indonesia harus dapat menjadi negara yang bersahabat bagi investasi ekonomi yang dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan berkualitas dan tetap aman tentram," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini