nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Derita Kanker Rektum Stadium 4 Usai Dicabuli, Bocah di Padang Meninggal Dunia

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 01 Januari 2020 05:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 01 337 2148018 derita-kanker-rektum-stadium-4-usai-dicabuli-bocah-di-padang-meninggal-dunia-GHeg96V7OK.jpg Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait (foto: Okezone.com)

JAKARTA - TR, seorang bocah berusia 12 tahun di Padang, Sumatera Barat harus menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin, 30 Desember 2019. Ia meninggal usai menderita kanker rektum stadium 4 setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RS di Padang.

Sakit kanker rektum yang diderita TR merupakan akibat dari perbuatan keji AR (49). TR merupakan korban pedofilia atau penyimpangan seksual AR. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut AR merupakan dalang penyebab kematian TR.

"AR (49) pelaku kejahatan seksual dalam bentuk Pedofile yang mengakibatkan TR anak usia 12 tahun di Padang, Sumatera Barat meninggal dunia yang sebelumnya TR menderita Kanker Rektum Stadium 4, adalah perbuatan sangat keji dan tidak berprikemanusiaan," kata Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait kepada Okezone, Rabu (1/1/2020).

 pencabulan

Arist meminta agar AR, pelaku pencabulan terhadap TR dijerat hukuman seumur hidup sesuai dengan ketentuan UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 mengenai penerapan atas Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor : 01 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

"AR dapat diancam dengan pidana penjara 20 tahun dan atau hukuman seumur hidup," ucapnya.

Komnas PA berduka sedalam-dalamnya atas meninggalnya TR korban predator kejahatan seksual yang dilakukan AR. Arist mengapresiasi kerja cepat penyidik Polres Padang yang telah menangkap dan menahan AR untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.

"Komnas PA juga mengapresiasi Wina Wahyuni pendamping pengobatan korban dari komunitas masyarakat Padang peduli TR yang setia mendampingi korban hingga menghembuskann nafas terakhir di RSUP Djamil Padang," ujarnya

Lebih lanjut, Arist menambahkan, tragedi kemanusiaan yang dialami TR ini harus menjadi renungan kemanusiaan kita diakhir tahun 2019 dan diawal tahun 2020.

"Melihat fenomena kejahatan terhadap anak yang terjadi sepanjang tahun 2019, tahun 2020 menjadi tahun tantangan bagi kita untuk bahu membahu memutus mata rantai kekerasan terhadap anak di Indonesia," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini