nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyoman Dhamantra Keberatan Didakwa Terima Suap Impor Bawang Rp2 Miliar

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 19:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 31 337 2147935 nyoman-dhamantra-keberatan-didakwa-terima-suap-impor-bawang-rp2-miliar-XSRwcCdXP6.jpg Sidang kasus suap impor bawang putih dengan terdakwa I Nyoman Dhamantra di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat (Okezone.com/M Rizky)

JAKARTA - Mantan anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Dhamantra mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa penuntut dari KPK terhadap dirinya. Politikus PDI Perjuangan itu keberatan didakwa menerima suap Rp2 miliar dan janji uang Rp1,5 miliar terkait pengurusan izin impor bawang putih.

Rencana eksepsi itu disampaikan oleh tim kuasa hukum I Nyoman Dhamantra dalam sidang dengan agenda dakwaan kasus suap impor bawang putih di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).

Baca juga: Nama Putra Megawati Muncul dalam Sidang Suap Impor Bawang Nyoman Dhamantra

"Kami akan menanggapi surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum melalui eksepsi," kata seorang kuasa hukum Nyoman Dhamantra di depan majelis hakim Tipikor yang dipimpin Saifudin Zuhri usai mendengar dakwaan dari jaksa.

 Nyoman Dhamantra

Sidang I Nyoman Dhamantra (Okezone.com/Rizky)

Selepas sidang, terdakwa I Nyoman Dhamantra kepada wartawan mengatakan apa yang didakwa oleh jaksa KPK kepada dirinya tidak sesuai fakta.

"Ya dari dakwaannya yang saya dengar, banyak hal-hal yang menurut saya informasinya yang tidak sesuai dengan fakta yang ada," tuturnya.

Sebelumnya, jaksa KPK mendakwa I Nyoman Dhamantra telah menerima suap berupa berupa uang Rp2 miliar dan janji uang sebesar Rp1,5 miliar. Uang tersebut diberikan oleh Direktur PT Cahaya Sakti Argo (CSA) Chandry Suanda alias Afung, dan dua pihak swasta Dody Wahyudi dan Zulfikar.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan suatu dalam jabatannya yaitu patut menduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan I Nyoman Dhamantra," kata Jaksa KPK Takdir Suhan di depan majelis hakim.

 Nyoman Dhamantra

Nyoman Dhamantra di Gedung KPK (Okezone)

Takdir juga mengatakan, uang tersebut diberikan untuk mengupayakan pengurusan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih di Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Selaku anggota Komisi VI DPR, mitra kerja Nyoman Dhamatra di eksekutif salah satunya adalah Kemendag.

Baca juga: Nyoman Dhamantra Didakwa Terima Suap Rp2 Miliar Terkait Impor Bawang

"Untuk kepentingan Chandry Suanda alias Afung yang bertentangan dengan kewajiban I Nyoman Dhamantra selaku penyelenggara negara untuk tidak melakukan perbuatan korupsi," tambahnya.

Atas perbuatannya, I Nyoman didakwa melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini