KPK Limpahkan Berkas Perkara Bupati Bengkayang Suryadman Gidot

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 31 Desember 2019 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 337 2147898 kpk-limpahkan-berkas-perkara-bupati-bengkayang-suryadman-gidot-ntqdAFLY4X.jpg Gedung KPK. (Foto : Okezone.com)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara tahap II mantan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, Aleksius, terkait kasus dugaan suap proyek pekerjaan di Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat tahun 2019.

"Hari ini penyerahan tersangka kepada penuntut umum atau tahap II untuk tersangka Suryadman Gidot dan Aleksius," kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Selasa (31/12/2019).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Suryadman Gidot (SG) sebagai ter‎sangka kasus dugaan suap terkait pembagian proyek di ruang lingkup kekuasaannya. Suryadman ditetapkan sebagai tersangka bersama enam orang lainnya.

Enam orang lainnya adalah Kadis PUPR Kabupaten Bengkayang, Alexius (AKS), dan selebihnya merupakan pihak swasta. Pihak swasta yang turut jadi tersangka dalam kasus ini adalah Rodi (RD), Yosef (RF), Nelly Margaretha (NM), Bun Si Fat (BF), dan Pandus (PS).

Suryadman Gidot diduga menerima suap‎ sebesar Rp340 juta dari pihak swasta yang akan mengerjakan proyek di Bengkayang. Uang tersebut diterima Suryadman melalui Kadis PUPR Bengkayang, Alexius.

Gedung KPK. (Foto : Dok Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

Awalnya, Suryadman meminta uang kepada Alexius dan Kadis Pendidikan Bengkayang, Agustinus Yan. Permintaan uang tersebut dilakukan atas pemberian anggaran penunjukan langsung tambahan APBD-P tahun 2019 kepada Dinas PUPR sebesar Rp7,5 miliar dan Dinas Pendidikan sebesar Rp6 miliar.

Kemudian Alexius dan Yan diminta menghadap Suryadman. Pada pertemuan tersebut, Suryadman diduga meminta uang kepada Alexius dan Yan masing-masing sebesar Rp300 juta. Uang tersebut diduga untuk kebutuhan pribadi Suryadman.

Atas permintaan tersebut, Alexius menawarkan beberapa‎ rekanan pihak swasta untuk mengerjakan proyek penunjukan langsung dengan syarat memenuhi setoran di awal. Hal ini dilakukan karena uang setoran tersebut diperlukan segera untuk memenuhi permintaan dari Bupati.

Untuk satu paket pekerjaan penunjukan langsung, Alexius meminta ‎setoran sebesar Rp20-25 juta atau minimal sekira 10 persen dari nilai maksimal pekerjaan penunjukan langsung yaitu Rp200 juta.

Kemudian, Alexius menerima setoran tunai dari beberapa rekanan proyek yang menyepakati fee sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya. Alexius menerima uang dari beberapa rekanan yakni Bun Si Fat sebesar Rp120 juta. Kemudian Pandus, Yosef, dan Rodi menyerahkan Rp160 Juta. Sedangkan Nelly menyetorkan Rp60 juta.

Total, Alexius menerima Rp340 juta dari rekanan pihak swasta tersebut. Uang tersebut rencananya akan diserahkan Alexius untuk Suryadman sesuai dengan permintaan sebelumnya.


Baca Juga : KPK Seret Tersangka Penyuap Eks Bupati Bengkayang ke Meja Hijau

Sebagai penerima suap, Suryadman dan Alexius disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Baca Juga : 7 Pejabat Termasuk Wakil Bupati Bengkayang Diperiksa KPK

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini