nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putra Megawati Disebut di Sidang Tipikor, I Nyoman: Enggak Ada Kaitannya

Muhamad Rizky, Jurnalis · Selasa 31 Desember 2019 14:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 12 31 337 2147804 putra-megawati-disebut-di-sidang-tipikor-i-nyoman-enggak-ada-kaitannya-jZXTJgO7NJ.jpg I Nyoman Dhamantra menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA - Terdakwa kasus suap impor bawang putih, I Nyoman Dhamantra memastikan putra Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, Muhammad Rizky Pratama tidak terkait kasus yang menjeratnya.

"Enggak ada urusan sama Mas Tatam (Muhammad Rizky Pratama), enggak ada kaitannya," kata I Nyoman usai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Selasa (31/12/2019).

Sebelumnya, nama Tatam disebut di persidangan oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Takdir Suhan saat I Nyoman bersaksi pada Kamis 28 November 2019 lalu. Jaksa menanyakan apakah dirinya mengenal Tatam. Dan, ia mengaku mengenal Tatam.

Baca Juga: Suap Impor Bawang, I Nyoman Dhamantra Didakwa Terima Uang Rp2 Miliar 

Mantan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP itu mengakui, dirinya memang mengenal Tatam dan hal itu dianggap wajar karena Tatam merupakan putra dari Megawati, ketua umumnya saat di PDIP. "Saya mengenal beliau ya karena kebetulan beliau putra dari ketua umum saya saja," tuturnya.

 I Nyoman sidang dakwaan Foto: Muhamad Rizky

Nyoman mengaku heran dengan pertanyaan jaksa KPK yang justru menanyakan Tatam dalam persidangan. Sebab, menurutnya, Tatam tidak terlibat apapun.

"Saya juga enggak paham kenapa jaksa menanyakan soal nama beliau," tuturnya.

Baca Juga: Dalami Suap Impor Bawang Putih, KPK Panggil Komisaris PT Indocev 

Dalam dakwaannya, I Nyoman Dhamantra disebut telah menerima hadiah berupa uang sebesar Rp2 miliar dan janji uang sebesar Rp1,5 miliar. Uang itu diberikan Direktur PT Cahaya Sakti Argo (CSA) Chandry Suanda alias Afung, dan dua pihak swasta Dody Wahyudi dan Zulfikar. 

"Padahal, diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan suatu dalam jabatannya, yaitu patut menduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan I Nyoman Dhamantra," kata Takdir Selasa, 31 Desember 2019.

Takdir menuturkan, uang tersebut diberikan untuk mengupayakan pengurusan Surat Persetujuan Impor (SPI) bawang putih di Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) di Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

"Untuk kepentingan Chandry Suanda alias Afung yang bertentangan dengan kewajiban I Nyoman Dhamantra selaku penyelenggara negara untuk tidak melakukan perbuatan korupsi," ujarnya.

Atas perbuatannya, I Nyoman didakwa melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini