nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPAI Imbau Orangtua Larang Anak Main Kembang Api saat Malam Tahun Baru

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 31 Desember 2019 12:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 31 337 2147758 kpai-imbau-orangtua-larang-anak-main-kembang-api-saat-malam-tahun-baru-iGfz68v8Ns.JPG Pesta perayaan malam pergantian tahun di Jakarta (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyeru kepada para orangtua untuk mengawasi bahkan melarang keras anaknya bermain kembang api saat perayaan malam pergantian tahun. Orangtua juga harus memastikan interaksi anak dengan orang lain serta memantau keberadaannya.

"Sebab, anak yang bepergian sendirian dalam pergantian tahun baru sangat rawan dari aksi-aksi kejahatan," kata komisioner KPAI, Jasra Putra dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Selasa (31/12/2019).

"Bisa juga terpisah dari orangtua dari kerumunan massa yang bergabung dalam perayaan tersebut. Oleh sebab itu, diharapkan orangtua bisa mendampingi mereka sehingga tetap terlindungi, aman dan nyaman," jelasnya.

Ia menjelaskan, kecenderungan anak saat ini yakni suka bepergian bersama teman-temannya, bahkan tanpa sepengetahuan orangtuanya. Maka tak heran jika sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Maka masyarakat yang merayakan pergantian tahun baru diminta untuk memberikan perhatian, perlindungan bersama dan peduli kepada hal-hal yang bisa membahayakan anak," ucap Jasra.

Di sisi lain, KPAI juga meminta pemerintah, pihak keamanan, termasuk masyarakat untuk bersama menjaga keamanan dan ketertiban, serta mewaspadai aksi kejahatan dengan modus dan model beragam yang membahayakan anak.

"Komitmen kita dalam perlindungan anak oleh semua pihak pada pergantian tahun baru adalah bentuk nyata keberpihakan kepentingan terbaik untuk anak," tuturnya.

Selanjutnya, dalam penyambutan tahun baru, biasanya masyarakat dan termasuk anak-anak menyalakan kembang api sebagai wujud perayaan pergantian tahun. Oleh sebab itu, KPAI meminta orangtua untuk tidak memfasilitasi menyalakan kembang api serta mercon dan sejenisnya.

"Menurut data, setiap pergantian tahun baru ada korban yang berjatuhan. Misalnya tahun 2014 delapan anak di Jakarta terkena ledakan mercon dan dirawat di rumah sakit, daerah Bogor ada yang hampir mengalami putus jari tangan, begitu juga dengan tahun yang sama satu bayi meninggal terkena ledakan mercon," kata dia.

Jasra menuturkan, pada pergantian tahun 2018 seorang bocah berusia 5 tahun meninggal setelah terkena petasan kembang api di Sulawesi Utara. Insiden itu tepatnya terjadi pada Minggu, 31 Desember 2017, sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, orang tua dan neneknya tengah asik menyantap mie di sebuah tenda di Kecamatan Kotamobagu.

"Tiba-tiba sebuah petasan kembang api yang tengah dipasang warga untuk menyambut pergantian tahun terjatuh dan mengarah ke tenda tersebut. Saat terdengar ledakan, bocah 5 tahun tiba-tiba langsung terjatuh dari tempat duduknya dan tak sadarkan diri serta meninggal dunia di RSUD Pobundayan," ungkapnya.

KPAI, kata Jasra, mengapresiasi pemerintah daerah yang memberikan perhatian khusus terkait pengaturan kegiatan tahun baru bagi masyarakat yang merayakan. KPAI berharap pengaturan ini bisa memperhatikan aspek perlindungan dan keselamatan anak dalam mengikuti pergatian tahun baru tersebut.

Upaya-upaya pencegahan lanjut dia, perlu dilakukan sejak dini, agar anak terhindar dari dampak-dampak buruk dalam pergantian tahun baru tersebut. Seperti memastikan pusat-pusat hiburan yang dikunjungi anak tidak terjadi pesta narkoba, seksual dan kegiatan lain yang berdampak negatif bagi tumbuh kembang anak.

"Tentu kita sangat menyarankan kepada orangtua untuk membuat kegiatan edukatif dan menyenangkan bersama anak dalam pergantian tahun baru bagi yang merayakan," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini